Merespons gugurnya prajurit TNI di Lebanon, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono punya usulan keras. SBY meminta PBB untuk menghentikan saja penugasan pasukan UNIFIL di sana, atau setidaknya memindahkan mereka keluar dari kawasan pertempuran. Usulan ini langsung mendapat sorotan, salah satunya dari politisi PKB yang menyatakan hal itu bisa dimengerti. Bagaimanapun, keselamatan pasukan harus jadi prioritas utama.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, memberikan tanggapannya. Menurutnya, kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB, termasuk di UNIFIL, punya nilai strategis yang besar.
"Keterlibatan TNI di UNIFIL dan beberapa penugasan peacekeeper PBB itu citra positif, tentu saja. Ini memperkuat posisi tawar Indonesia di panggung diplomasi dan hubungan militer internasional," ujar Syamsu Rizal, Senin lalu.
Namun begitu, ia tak menampik realitas di lapangan yang sudah berubah drastis. Wilayah Lebanon Selatan, katanya, sama sekali tidak kondusif pasca serangan-serangan Israel.
"Situasinya sangat tidak kondusif. Komitmen dari kedua belah pihak, Israel dan Lebanon, sudah tidak bisa lagi menjamin keamanan pasukan UNIFIL. Termasuk prajurit TNI kita yang ada di dalamnya," jelasnya.
Artikel Terkait
Forum Outlook Indonesia Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional 2026
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Ancaman Trump ke Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Tekan Bursa AS
Tim SAR Evakuasi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Tower 70 Meter Banyumas