Merespons gugurnya prajurit TNI di Lebanon, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono punya usulan keras. SBY meminta PBB untuk menghentikan saja penugasan pasukan UNIFIL di sana, atau setidaknya memindahkan mereka keluar dari kawasan pertempuran. Usulan ini langsung mendapat sorotan, salah satunya dari politisi PKB yang menyatakan hal itu bisa dimengerti. Bagaimanapun, keselamatan pasukan harus jadi prioritas utama.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, memberikan tanggapannya. Menurutnya, kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB, termasuk di UNIFIL, punya nilai strategis yang besar.
"Keterlibatan TNI di UNIFIL dan beberapa penugasan peacekeeper PBB itu citra positif, tentu saja. Ini memperkuat posisi tawar Indonesia di panggung diplomasi dan hubungan militer internasional," ujar Syamsu Rizal, Senin lalu.
Namun begitu, ia tak menampik realitas di lapangan yang sudah berubah drastis. Wilayah Lebanon Selatan, katanya, sama sekali tidak kondusif pasca serangan-serangan Israel.
"Situasinya sangat tidak kondusif. Komitmen dari kedua belah pihak, Israel dan Lebanon, sudah tidak bisa lagi menjamin keamanan pasukan UNIFIL. Termasuk prajurit TNI kita yang ada di dalamnya," jelasnya.
Dengan kondisi semacam itu, usulan SBY dinilainya sangat wajar. Bahkan, pernyataan Panglima TNI yang menyoroti kondisi aktual di medan tugas pun dianggap selaras.
"Saran Bapak SBY sangat bisa dipahami. Bagi saya, kondisi keamanan pasukan adalah hal yang paling utama, tidak ada yang lain," tegas Syamsu Rizal.
Di sisi lain, ia mendesak PBB untuk segera bertindak. Langkah konkret diperlukan, seperti memperbarui Resolusi 1701 dan menegaskan ulang jaminan keamanan dari pihak-pihak yang bertikai.
"Serta memastikan ada sanksi tegas kalau masih ada aksi yang membahayakan pasukan UNIFIL. Tentu, PBB juga wajib mengusut tuntas tiga kejadian luar biasa yang menelan korban jiwa dari pasukan mereka," pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Usut Aset Rumah Mewah Rp4 Miliar Milik Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Rusia Luncurkan Sistem Digital Penuh untuk Tarik Mahasiswa Asing, Targetkan Gen Z Indonesia
Polda Metro Bekuk Pasangan Kekasih Pengelola Laboratorium Narkoba Jenis Etomidate di Townhouse Mewah Jakarta Barat
DPR Desak Tindak Tegas Jaringan Prostitusi Anak di Lokasari, Jakarta Barat