Dengan begitu, tujuannya tetap lurus, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara. Kehadiran Indonesia dinilai krusial untuk memberi masukan dan pengaruh politik. Tujuannya satu, agar langkah-langkah yang diambil bukan sekadar wacana, tapi nyata dan berkelanjutan.
“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono menegaskan.
Menurutnya, dewan ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar pernyataan atau kecaman. Ia menawarkan mekanisme nyata yang memberi harapan realistis bagi perdamaian. Di sisi lain, dibandingkan forum lain, pendekatannya lebih langsung.
Kedepannya, Indonesia akan memaksimalkan keanggotaan ini. Intinya, untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan prinsip keadilan dan stabilitas internasional. Sebuah tugas berat, tapi sudah sepatutnya diemban.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas