Dengan begitu, tujuannya tetap lurus, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara. Kehadiran Indonesia dinilai krusial untuk memberi masukan dan pengaruh politik. Tujuannya satu, agar langkah-langkah yang diambil bukan sekadar wacana, tapi nyata dan berkelanjutan.
“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono menegaskan.
Menurutnya, dewan ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar pernyataan atau kecaman. Ia menawarkan mekanisme nyata yang memberi harapan realistis bagi perdamaian. Di sisi lain, dibandingkan forum lain, pendekatannya lebih langsung.
Kedepannya, Indonesia akan memaksimalkan keanggotaan ini. Intinya, untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan prinsip keadilan dan stabilitas internasional. Sebuah tugas berat, tapi sudah sepatutnya diemban.
Artikel Terkait
Di Balik Mahkota Dunia: Bali di Persimpangan Pariwisata dan Krisis Lingkungan
Hujan Deras di Jakarta Tak Tahan Laju Belanja Ritel
Warung Sunda di Jagakarsa yang Sajikan Tumis Kulit Singkong dan Kopi Kekinian
F-35 Australia hingga Sukhoi Malaysia Ramaikan Singapore Airshow 2026