Jadi, meski pengelompokan bank masih pakai patokan modal, OJK juga mempertimbangkan hal lain. Dalam pengawasannya, faktor seperti transformasi digital, keamanan siber, dan tata kelola risiko teknologi jadi elemen penilaian yang krusial. Ini untuk mengukur profil risiko dan kesehatan bank secara lebih komprehensif.
Prosesnya sendiri sudah mulai bergulir. Sejak Desember 2025, OJK mengundang perwakilan bank-bank KBMI 1 untuk Focus Group Discussion (FGD). Tujuannya menyusun peta jalan atau roadmap ke depan.
Dian menegaskan poin itu. Artinya, ini bukan soal konsolidasi terburu-buru. Yang diinginkan OJK justru proses bertahap dan terukur. Dialog dengan industri perbankan akan terus dijaga. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem perbankan yang lebih kuat, efisien, dan inovatif. Semua itu, tentu saja, dengan prinsip utama menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi nasabah.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas