Kobaran Api Hanguskan 350 Kios Buah di Pasar Induk Kramat Jati

- Selasa, 16 Desember 2025 | 07:54 WIB
Kobaran Api Hanguskan 350 Kios Buah di Pasar Induk Kramat Jati

Kebakaran Hanguskan Ratusan Kios di Pasar Induk Kramat Jati

Asap tebal dan kepanikan memenuhi udara di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pagi itu. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, Senin (15/12), dan hanya dalam hitungan menit, kobaran api sudah membesar. Dari laporan petugas, pukul 07.24 WIB, situasi sudah genting.

Staf Khusus Gubernur DKI, Chico Hakim, menyebut titik awal api diduga berasal dari sebuah kios buah. Suasana mencekam, apalagi ketika para pedagang mendengar suara ledakan dua kali yang memicu kepanikan.

"Peristiwa ini, yang diduga dimulai dari kios pepaya dengan material semi-permanen yang mudah terbakar, telah menimbulkan kepanikan di kalangan pedagang dan warga setempat, termasuk suara ledakan yang terdengar dua kali," jelas Chico.

Ia menambahkan, Gubernur Pramono Anung langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk turun tangan. Tak tanggung-tanggung, 19 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi si jago merah.

"Kepada seluruh pedagang, warga, dan keluarga yang terdampak, kami menyampaikan solidaritas penuh dan komitmen untuk memulihkan aktivitas pasar secepat mungkin. Tetap tenang, patuhi imbauan petugas, dan hindari area kejadian demi keselamatan bersama," pesannya.

Di sisi lain, keterangan dari petugas pemadam di lapangan justru punya versi berbeda soal sumber api. Muchtar Zakaria, Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, menunjuk sebuah toko plastik sebagai biang keladi.

“(Sumber api berasal dari) ini nih, toko plastik ini nih,” ucap Muchtar saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, api melahap dengan cepat karena di dalam toko itu tersimpan gudang karbit dan tumpukan kertas yang mudah terbakar. Proses pemadaman pun alot. Mereka bahkan harus menggunakan robot pemadam untuk memastikan api benar-benar padam.

“Makanya tadi kita pakai robotik lagi. Kita masukin lagi. Secara manual kita agak lama. Prosesnya emang berat. Lalu kita lakukan apa? Dengan menggunakan robotik. Sudah tuntas,” tambahnya.

Kerugian material terbilang besar. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengkonfirmasi bahwa sebanyak 350 kios di los C2 yang semuanya berjualan buah hangus dilalap api.

“Ya, 350 kios jumlahnya yang ada di gedung C2,” ucap Alfian.

Namun begitu, ada kabar baik di tengah musibah ini. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang ditemukan dalam peristiwa tersebut. Semua pedagang dan warga berhasil menyelamatkan diri.

“Jadi korban jiwa maupun luka tidak ada ditemukan dan semuanya alhamdulilah sehat dan selamat,” ujar Alfian.

Lantas, bagaimana dengan kerugian yang diderita para pedagang? Gubernur Pramono Anung memberikan angin segar. Ia memastikan bahwa kerugian akibat kebakaran ini ditanggung oleh asuransi.

“Jadi, saya barusan ngecek dan sudah ada datanya, Dirut Pasar Jaya telah memberi laporan bahwa untuk kerugian itu karena diasuransikan. Dengan demikian, di-cover oleh asuransi untuk yang kebakaran di Kramat Jati,” ujar Pramono di Balai Kota.

Meski begitu, Pramono belum bisa memastikan apakah uang tunai pedagang yang ikut terbakar juga masuk dalam klaim. Yang jelas, barang dagangan mereka mendapatkan perlindungan. Ia juga menenangkan publik soal dampaknya terhadap pasokan pangan. Stok di Jakarta masih aman, dan insiden ini diharapkan tidak memicu gejolak harga yang berarti.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar