Gunung Bulusaraung tiba-tiba jadi pusat perhatian. Bukan karena keindahannya, melainkan setelah sebuah pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan jatuh di kawasan itu. Medannya yang ekstrem dan menantang langsung jadi sorotan. Proses pencarian dan evakuasi di sana jelas bukan perkara mudah.
Kawasan pegunungan ini sendiri terletak di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Kalau merujuk pada sistem pengelolaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), wilayah ini masuk dalam Resort Balocci. Luasnya mencapai 137,29 hektare.
Secara geografis, posisinya berada di antara 119,741°–119,767° Bujur Timur dan 4,923°–4,933° Lintang Selatan. Topografinya? Bisa dibilang ekstrem. Reliefnya tinggi, lerengnya terjal banget, dengan tekstur permukaan yang kasar. Makanya, aktivitas di luar ruangan di sini punya risiko tinggi.
Jenis tanah di sana adalah Humitropepts, biasa ditemukan di perbukitan kapur dan lereng curam. Puncaknya sendiri berada di ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut. Iklimnya termasuk tipe B menurut Schmidt dan Ferguson, yang artinya curah hujannya relatif tinggi.
Gunung Favorit Pendaki, Tapi Tidak Mudah Ditaklukkan
Nah, di sisi lain, bagi para pendaki lokal, Bulusaraung punya daya tarik tersendiri. Gunung ini dikenal sebagai salah satu favorit di Sulawesi Selatan. Meski ketinggiannya tergolong sedang, jalurnya terkenal berat dan benar-benar menguras tenaga.
Artikel Terkait
Jacksen F. Tiago Ambil Alih Kendali MilkLife Soccer Challenge Putri
Lavrov Bantah Rusia Ingin Greenland: Itu Bukan Masalah Kami
Amran Sulaiman: Beras Ilegal Ancam Semangat Petani dan Kesehatan Publik
Chief Mouser Larry Curi Perhatian Saat Sambut Presiden Prabowo di Downing Street