Jakarta - Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Kementerian Perhubungan bersiap melakukan inspeksi dadakan. Sidak ini bakal digelar di sejumlah titik jalur mudik, dengan fokus utama menguji kepatuhan operator bus terhadap standar keselamatan. Intinya, mereka ingin memastikan bus yang beroperasi benar-benar laik jalan.
Kalau ketahuan ada yang ngotot beroperasi padahal kondisinya sudah tidak memenuhi syarat, ya tindakan tegas akan diambil. Penumpangnya akan diturunkan, begitu kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Gak usah khawatir terlantar, karena bus pengganti sudah disiapkan untuk meneruskan perjalanan mereka.
"Sidak bus, kami akan menyiapkan bus pengganti. Jadi kalau memang tidak bisa ditoleransi, ya penumpang diturunkan, busnya diganti. Nanti kita sanksi PO bus-nya,"
Ucap Menhub dalam sebuah Media Briefing di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah lonjakan permintaan tiket yang signifikan, aspek keselamatan tetap jadi harga mati yang tak bisa ditawar-tawar. Tujuannya jelas: mendongkrak kedisiplinan para operator sekaligus melindungi nyawa pemudik.
Nah, sidak yang rencananya digelar ini beda dengan ramp check biasa. Beberapa titik strategis sudah dipetakan untuk jadi lokasi pemeriksaan. Tim gabungan nantinya bakal mengecek segala hal, mulai dari kondisi fisik kendaraan, kelengkapan alat darurat, sampai kesehatan dan kesiapan sang pengemudi.
Artikel Terkait
Longsor di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 5 Masih Dicari
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 5 Masih Hilang
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Pemerintah Tegaskan Tata Kelola Tanah yang Baik Kunci Tarik Investasi dan Redam Konflik