Asap hitam pekat masih menggantung di langit Teheran pagi itu. Bau bahan bakar terbakar menusuk hidung, sisa dari malam yang kacau. Serangan yang ditargetkan ke sejumlah fasilitas minyak oleh AS dan Israel, menurut laporan, benar-benar mengacaukan ritme ibu kota Iran.
Akibatnya, distribusi bahan bakar untuk warga pun terpaksa berhenti sementara. Pemerintah kota sedang berusaha mengatasi kerusakan yang terjadi pada infrastruktur energi mereka.
Gubernur Teheran, Mohammad Sadegh Motamedian, mengonfirmasi hal ini melalui kantor berita IRNA.
"Karena kerusakan pada jaringan pasokan bahan bakar, distribusi telah terhenti sementara," ujarnya.
"Masalah ini sedang diatasi," tambah Motamedian, mencoba menenangkan situasi.
Namun begitu, langkah nyata yang dirasakan warga justru pengurangan kuota. Menurut laporan Aljazeera yang mengutip Fars, gubernur menyatakan kuota harian bahan bakar lewat kartu pribadi dipotong. Dari yang semula 30 liter, kini hanya 20 liter per hari yang bisa diakses.
Artikel Terkait
Kapolda Metro Jaya Tinjau Langsung Evakuasi Korban Longsor Sampah di Bantargebang
BMKG Balikpapan Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Bencana Hidrometeorologi di Kaltim
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Evakuasi Korban Terkubur Masih Berlangsung
BMKG Pantau Dua Bibit Siklon Tropis, Waspadai Potensi Hujan Lebat