Jakarta kembali kecewa. Mimpi untuk melihat bendera Merah Putih berkibar di final All England 2026 pupus sudah. Semua harapan itu sirip setelah Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin takluk dari duet Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, di babak semifinal Sabtu lalu.
Ini pukulan yang tak ringan. Sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis dunia, absennya wakil Indonesia di partai puncak turnamen bergengsi ini tentu menorehkan catatan kelam. Padahal, Raymond/Joaquin adalah tumpuan terakhir.
Di Utilita Arena Birmingham, pertarungan berlangsung sengit namun singkat, hanya 48 menit. Gim pertama sempat memberi harapan. Meski sempat tertinggal 3-7, Raymond dan Joaquin bangkit dengan tujuh poin beruntun untuk memimpin 11-8. Mereka berjuang mati-matian.
Namun begitu, keunggulan itu tak bertahan lama. Kim/Seo, yang memang dikenal lincah dan cepat, berhasil mengejar ketertinggalan. Mereka merestorasi permainan dan akhirnya mengambil gim pertama dengan skor 21-19.
Memasuki gim kedua, tekanan justru makin terasa. Raymond/Joaquin berusaha menekan, tapi lawan mereka tampil sangat solid. Sejumlah serangan yang dilancarkan dengan mudah dipatahkan oleh ganda unggulan pertama itu. Skor pun menjauh, 11-7 untuk Korsel pada interval.
Artikel Terkait
Kapolda Metro Jaya Tinjau Langsung Evakuasi Korban Longsor Sampah di Bantargebang
BMKG Balikpapan Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Bencana Hidrometeorologi di Kaltim
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Evakuasi Korban Terkubur Masih Berlangsung
BMKG Pantau Dua Bibit Siklon Tropis, Waspadai Potensi Hujan Lebat