Ganda Putra Indonesia Gagal ke Final, All England 2026 Tanpa Wakil Merah Putih

- Minggu, 08 Maret 2026 | 17:30 WIB
Ganda Putra Indonesia Gagal ke Final, All England 2026 Tanpa Wakil Merah Putih

Jakarta kembali kecewa. Mimpi untuk melihat bendera Merah Putih berkibar di final All England 2026 pupus sudah. Semua harapan itu sirip setelah Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin takluk dari duet Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, di babak semifinal Sabtu lalu.

Ini pukulan yang tak ringan. Sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis dunia, absennya wakil Indonesia di partai puncak turnamen bergengsi ini tentu menorehkan catatan kelam. Padahal, Raymond/Joaquin adalah tumpuan terakhir.

Di Utilita Arena Birmingham, pertarungan berlangsung sengit namun singkat, hanya 48 menit. Gim pertama sempat memberi harapan. Meski sempat tertinggal 3-7, Raymond dan Joaquin bangkit dengan tujuh poin beruntun untuk memimpin 11-8. Mereka berjuang mati-matian.

Namun begitu, keunggulan itu tak bertahan lama. Kim/Seo, yang memang dikenal lincah dan cepat, berhasil mengejar ketertinggalan. Mereka merestorasi permainan dan akhirnya mengambil gim pertama dengan skor 21-19.

Memasuki gim kedua, tekanan justru makin terasa. Raymond/Joaquin berusaha menekan, tapi lawan mereka tampil sangat solid. Sejumlah serangan yang dilancarkan dengan mudah dipatahkan oleh ganda unggulan pertama itu. Skor pun menjauh, 11-7 untuk Korsel pada interval.

Setelah itu, dominasi Kim/Seo makin tak terbendung. Mereka mengunci kemenangan dengan 21-13. Permainan cepat pasangan Korea itu rupanya sulit sekali diimbangi oleh wakil Indonesia.

Kekalahan ini sekaligus menutup perjalanan Indonesia di All England tahun ini. Sebelumnya, semua wakil di sektor lain tunggal putra, putri, ganda putri, dan campuran sudah lebih dulu terhenti di perempat final. Ya, semuanya.

Jadi, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada satupun atlet Indonesia yang berlaga di hari final turnamen Super 1000 di Birmingham itu. Sebuah akhir yang pahit, tapi harus diterima.

(KAH)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar