Tora Sudiro Jual Moge Demi Tabungan Masa Depan Cucu

- Selasa, 16 Desember 2025 | 09:50 WIB
Tora Sudiro Jual Moge Demi Tabungan Masa Depan Cucu

Jakarta - Menjadi seorang kakek rupanya membawa perubahan besar bagi Tora Sudiro. Aktor yang dikenal dengan koleksi motornya itu kini bicara soal prioritas baru. Bukan lagi soal menambah koleksi, melainkan memikirkan masa depan.

Perubahan itu terasa sekali. Di garasi rumahnya, jumlah motor gede alias moge sudah jauh berkurang. Dulu, koleksinya banyak. Sekarang? "Motor enggak banyak sekarang gua," akunya saat ditemui di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin lalu.

"Cuman yang gede cuma Harley satu sama BMW satu. Udah. Sisanya Vespa," ujar pria 52 tahun itu.

Lantas, apa yang memicu perubahan ini? Ternyata, status barunya sebagai kakek membuatnya memandang hidup dengan cara berbeda. Pikiran tentang tabungan masa tua kini lebih mengemuka. Apalagi, dunia akting tak selamanya bisa diandalkan.

"Kalau udah punya cucu, minimal kita harus nabung buat nanti masa depan," jelasnya. Logikanya sederhana. Bagaimana jika di usia 70 nanti tak ada lagi tawaran syuting? Atau fisik sudah tak mendukung? "Kan harus punya tabungan itu. Nah itu udah mau mulai nabung."

Kesadaran itulah yang akhirnya membuatnya mengerem hobi lama. Dulu, fase itu ia sebut sebagai masa pencarian jati diri di dunia berkendara. "Waktu itu kan masih pencarian jati diri kan, maunya ke mana kan. Yang ini nyobain enggak cocok, yang ini nyobain 'Wah kayaknya gua ketinggian'."

Setelah mencoba berbagai model, akhirnya ia menemukan dua yang benar-benar pas: Harley dan BMW itu. Sisanya? Ia lepaskan.

"Banyak, yang dijual sih lumayan banyak. Ada lima kali ya," ungkap Tora soal unit yang sudah ia lepas ke pasaran.

Lalu, bagaimana dengan dua moge yang tersisa? Apakah akan dijual juga? Tora tak bisa memastikan. Malah, ada pikiran lain yang muncul. Ia membayangkan untuk mewariskannya suatu hari nanti.

"Mudah-mudahan suka motor ya cucunya ya. Gua sih berharap banget tuh," ujar suami Mieke Amalia itu dengan nada khasnya. "Ada sih, ada kepikiran (mewariskan)."

Jadi, di satu sisi ada keinginan berhemat dan menabung. Di sisi lain, ada harapan agar passion-nya bisa diturunkan. Sebuah pertimbangan yang sepenuhnya manusiawi, datang tepat saat hidupnya memasuki babak baru: menjadi seorang kakek.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar