Bagi investor, angka pengiriman ini adalah sesuatu yang selalu diawasi dengan ketat. Alasannya sederhana: sebagian besar pembayaran dari maskapai cair saat pesawat benar-benar diserahkan. Jadi, wajar jika ini menjadi indikator kunci kesehatan keuangan perusahaan.
Di sisi lain, ada kabar baik dari sisi pemesanan. Sepanjang 2025, Airbus berhasil meraup pesanan untuk 1.000 unit pesawat baru. Jumlah yang cukup fantastis.
Sementara itu, dari seberang Atlantik, Boeing juga bersiap mengumumkan data serupa pekan ini. Performa mereka selama 11 bulan pertama 2025 terlihat mulai bangkit dengan 537 pesawat terkirim, ini jadi periode terbaik mereka sejak 2018. Periode sebelum dua kecelakaan tragis 737 MAX yang sempat menjungkalkan perusahaan.
Nah, para analis pasar memprediksi total pengiriman Boeing di tahun 2025 akan berada di kisaran 590 hingga 610 unit. Perjalanan mereka menuju pemulihan total tampaknya masih panjang, namun setidaknya ada titik terang.
Artikel Terkait
Menko Airlangga Anggap Ancaman Tarif Trump ke Iran Tak Ganggu Perekonomian Indonesia
Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu
Menyingkap Kedung Kayang: Pesona dan Perhatian di Bawah Rindang Merapi
Knesset Bergemuruh: Seruan Pendudukan Gaza Langgar Rencana Damai AS