Rencana impor 105 ribu pikap dan truk dari India untuk Kopdes Merah Putih masih terus jadi perbincangan panas. Yang menarik, DPR mengaku sama sekali tak dilibatkan dalam pembahasan proyek raksasa ini.
Mufti Anam, anggota Komisi VI dari PDI Perjuangan, dengan tegas menyatakan hal itu. Parlemen, sebagai mitra kerja Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Pangan Nusantara, ternyata tak pernah diajak ngobrol serius soal impor puluhan ribu kendaraan itu.
"Kami tidak pernah sekalipun mendapatkan penjelasan dalam rapat mengenai rencana impor dalam skala sebesar ini," ujarnya lewat pesan singkat, Jumat lalu.
Anam mengaku kaget. Berita soal rencana ini seperti datang tiba-tiba, hanya lewat pemberitaan media. "Kami kaget tiba-tiba tahu dari media mereka impor 105 ribu pikap," katanya.
Padahal, ini bukan transaksi kecil-kecilan. Menurut Anam, keputusan impor sebanyak itu dampaknya bakal luas sekali. Industri otomotif dalam negeri bakal terpukul, belum lagi soal lapangan kerja, nasib UMKM, dan tentu saja beban APBN. Bahkan, ini seperti bertolak belakang dengan jargon hilirisasi yang kerap digaungkan pemerintah.
Artikel Terkait
Kemenkum dan Kemendikbud Sinergi Perkenalkan Literasi Kekayaan Intelektual Sejak Dini
CAS Tunda Putusan Kasus Naturalisasi Tujuh Pemain Timnas Malaysia
Anggota DPR: Parpol Sebaiknya Tak Urusi Dapur Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Gelar Rapat Tertutup Usai Kunjungan Luar Negeri