Venezuela melayangkan kecaman keras. Targetnya? Serangan Amerika Serikat yang baru saja menghantam Caracas, juga wilayah-wilayah lain seperti Miranda, Aragua, dan La Guaira. Bagi pemerintah di Caracas, aksi ini bukan sekadar pelanggaran kecil, melainkan tamparan langsung terhadap Piagam PBB. Mereka menuding AS telah menginjak-injak prinsip kedaulatan dan kesetaraan hukum antar negara, yang termaktub dalam Pasal 1 dan 2. Intinya, penggunaan kekuatan sepihak ini dinilai tak bisa diterima.
Menurut sejumlah saksi, dampak serangan itu cukup serius. Bahkan, lewat pernyataan resminya di Jakarta, Kedutaan Besar Venezuela menyuarakan keprihatinan mendalam.
demikian bunyi keterangan pers yang dirilis Sabtu lalu, tanggal 3 Januari.
Di sisi lain, ada motif lain yang dianggap jadi penyebab. Pemerintah Venezuela yakin, serangan ini punya tujuan terselubung: merebut kekayaan alam mereka. Minyak dan mineral yang melimpah dianggap sebagai harta karun yang ingin dirampas AS, sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menghancurkan kemerdekaan politik negara itu. Tapi, mereka bersikukuh itu takkan pernah berhasil.
Artikel Terkait
Praja IPDN Diterjunkan ke Aceh Tamiang untuk Pulihkan Pemerintahan Pascabencana
Kisah Noriega dan Bayangan Panjang yang Mengintai Maduro
Malam Mencekam di Caracas: Serangan Udara Tewaskan Puluhan Warga Sipil
Sutoyo Abadi Bongkar Kuasa Silent Dragon dan Oligarki di Balik Penderitaan Rakyat