Siang itu, sekitar pukul sebelas lebih dua puluh, jalanan di kawasan Soekarno-Hatta jalur timur terlihat ramai seperti biasa. Tak ada yang menyangka, beberapa saat kemudian sebuah insiden mengerikan akan merenggut nyawa seorang perempuan muda. RSA, baru berusia 20 tahun, tewas dalam kecelakaan tunggal yang tragis setelah terlempar dari atas flyover Pasar Pagi Arengka.
Ketinggian struktur itu tak main-main: sekitar 15 meter. Cukup untuk membuat siapapun yang menyaksikan bergidik.
Menurut Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW, kejadiannya berlangsung cepat. Korbaan yang mengendarai motor Yamaha Gear itu melaju dari arah utara ke selatan.
"Korban melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi," ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Saat memasuki flyover, nahas, motor yang dikendarainya justru bergerak lurus di jalanan yang sebenarnya menikung. Akibatnya, kendaraan itu menabrak keras tembok pembatas di sebelah kiri. Tabrakan itu langsung membuatnya kehilangan kendali.
"Korban atas nama RSA meninggal di lokasi kejadian setelah terpental dan jatuh," jelas AKP Satrio lebih lanjut.
Dugaan sementara polisi, RSA diduga tidak fokus dan kurang berkonsentrasi saat mengemudi. Kombinasi itu dengan kecepatan tinggi di tikungan, akhirnya berbuah petaka. Tim dari Satlantas langsung turun ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban sendiri telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.
Di sisi lain, insiden ini kembali menyisakan duka dan peringatan keras. AKP Satrio tak henti-hentinya mengingatkan.
Ia mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di jalan.
Nasihat yang klise mungkin, tapi nyatanya masih sering diabaikan. Nyawa seorang anak muda pun kembali melayang sia-sia di aspal yang panas.
Artikel Terkait
Polda Banten Putuskan Laga Dewa United vs Persib Digelar Tanpa Penonton
PWI Jatim Beri Penghargaan kepada Ketua Banggar DPR Said Abdullah atas Peran Jaga Kebijakan Fiskal
KPK Periksa Napi dan ASN Kemenhub Terkait Kasus Suap Proyek Kereta Api
Pemprov DKI Siapkan Insentif Pajak untuk Produser Film Dukung Jakarta Kota Sinema