Nah, soal perundingan IEU CEPA ini sendiri, Italia disebut-sebut sudah lama menunjukkan komitmennya. Airlangga pun menanggapi dengan harapan.
Dia berharap Italia bisa aktif mendorong dukungan, baik di tingkat Uni Eropa maupun di internal negara-negara anggotanya, agar perjanjian itu bisa selesai tepat waktu. Manfaatnya, tentu saja, untuk dunia usaha dan perekonomian kedua belah pihak.
Pertemuan ini juga menjajaki peluang kolaborasi di sektor lain. Airlangga menjabarkan potensi kerja sama di industri mineral, misalnya untuk produksi stainless steel dan kabel tembaga bernilai tinggi. Dia juga menyentuh aspirasi Indonesia soal pengembangan mobil nasional dan industri pakaian, mengingat Italia punya keunggulan di bidang-bidang tersebut.
Menanggapi hal ini, Tripodi menyatakan dukungan negaranya. Proposal Indonesia, kata dia, bisa didukung baik secara langsung maupun lewat skema kerja sama dengan Uni Eropa.
Pertemuan yang berlangsung cukup intens ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemenko Perekonomian, seperti Sesmenko Susiwijono, Deputi Edi Prio Pambudi, Deputi Ali Murtopo Simbolon, Plt. Deputi Dida Gardera, serta Wakil Duta Besar RI untuk Roma, Tika Wihanasari.
Artikel Terkait
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi
Prancis Resmi Tarik Seluruh Cadangan Emas dari New York ke Paris