Sebulan sebelum serangan militer AS yang menggemparkan itu, Donald Trump ternyata sudah memberi kode rahasia. Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Sputnik, mantan presiden itu mengirim pesan singkat bernada samar kepada sejumlah CEO perusahaan minyak besar di Amerika. Isinya cuma dua kata: "bersiaplah."
Itu saja. Tak ada penjelasan lebih lanjut, apalagi permintaan pendapat. Sumber-sumber WSJ menyebut, Trump sama sekali tidak membahas kemungkinan investasi di ladang minyak Venezuela saat itu. Padahal, setelah serangan terjadi, ia justru mengumumkan dengan terbuka bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS sangat berminat beroperasi di sana dan siap menanamkan modal untuk infrastruktur.
Isyarat singkat itu, yang dikirim sekitar sebulan sebelumnya, seolah mengungkap motif utama di balik langkah Trump. Minyak tampaknya menjadi pertimbangan sentral dalam keputusan berani dan tentu saja berisiko tinggi tersebut.
Semuanya terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026. Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela. Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York. Trump kemudian mengumumkan keduanya akan diadili dengan tuduhan "narko-terorisme", menyebut mereka sebagai ancaman, termasuk bagi keamanan AS.
Reaksi internasional pun berdatangan. Moskow, melalui Kementerian Luar Negeri Rusia, menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat Venezuela. Mereka menyerukan pembebasan segera Maduro dan Flores, sekaligus memperingatkan agar situasi tidak semakin meluas.
Di sisi lain, dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB pada Senin (5/1), utusan Venezuela Samuel Moncada bersuara lantang. Ia menegaskan serangan AS itu didorong oleh keinginan untuk menguasai sumber daya alam negaranya.
Begitu kata Moncada. Ia menyebut aksi militer AS sebagai serangan bersenjata yang tidak sah dan tanpa dasar hukum.
tegasnya.
Moncada menilai aksi AS adalah pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB. Ia memperingatkan bahwa yang dipertaruhkan bukan cuma kedaulatan Venezuela.
Artikel Terkait
Rapat Rahasia di Doha: Kepingan Rencana Transisi Venezuela Tanpa Maduro
Iran Siaga Penuh, Israel Kirim Pesan Rahasia: Ketegangan yang Tak Kunjung Reda
Siulan Maut di Malam Venezuela: Kisah Prajurit yang Terpental oleh Ledakan
Miliarder Dubai Tersentak: Atas Nama Apa AS Berani Tangkap Presiden Negara Berdaulat?