Suasana malam di Gili Trawangan tiba-tiba ricuh. Seorang turis perempuan asal Selandia Baru, berinisial ML, memprotes keras aktivitas tadarus Al-Quran di sebuah musala. Penyebabnya? Pengeras suara yang menurutnya mengganggu waktu istirahatnya. Tak cuma berdebat dengan warga, dia bahkan sampai merusak mikrofon yang digunakan.
Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP I Komang Wilandra, mengonfirmasi kejadian itu. Lewat pesan singkat pada Minggu (22/2/2026), dia menyebut bahwa perempuan itu ternyata punya masalah lain: status tinggalnya.
"Yang bersangkutan sudah dibawa ke kantor imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut dari izin tinggalnya yang overstay," tutur Wilandra.
Proses penanganannya sendiri sempat alot. Saat polisi memberikan pendampingan, ML menolak bertemu rombongan imigrasi. Butuh pendekatan yang baik akhirnya dia mau juga, meski dengan syarat: jumlah petugas yang menemuinya dibatasi.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus