Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 03:05 WIB
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan

Tim ahli dari Badan Geologi, Kementerian ESDM, akhirnya turun langsung ke lokasi. Mereka datang ke Pombatan, sebuah kawasan pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, untuk menyelidiki kemunculan sinkhole atau lubang runtuhan yang tiba-tiba itu. Pemerintah punya pesan tegas: warga diminta tak mudah percaya pada berbagai isu yang beredar soal fenomena alam ini.

Kedatangan tim itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026). Di lokasi, mereka tak sendirian. Mereka didampingi oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, Ardiman, serta anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky.

Taufik Wirabuana, salah satu anggota tim Badan Geologi, langsung menjelaskan tujuan mereka.

"Kami baru datang, agenda kami fokus pengambilan data dan pemeriksaan data terhadap fenomena sinkhole di sini," ujarnya.

Menurut rencana, kajian lapangan ini akan berlangsung hingga Minggu (11/1). Taufik menegaskan, ini masih tahap awal. "Kita di sini belum all-out. Kita hanya fokus pada kajian cepat, pemeriksaan untuk menjawab fenomena apa sebenarnya," jelasnya.

Dia juga membeberkan bahwa kondisi geologi di Limapuluh Kota ini berbeda dengan di Jawa, sehingga perlu pendekatan khusus. "Melihat fenomena tanahnya seperti apa, airnya seperti apa. Kondisi sinkhole di sini, tentu berbeda dengan di Jawa," tambah Taufik.

Di sisi lain, tim ini menyoroti fenomena lain yang mengiringi kemunculan sinkhole. Taufik mengaku melihat banyak postingan di media sosial tentang warga dan pengunjung dari luar daerah yang berduyun-duyun datang. Mereka punya satu tujuan: mengambil air dari dalam lubang itu.

Ada keyakinan yang beredar luas bahwa air tersebut bisa menyembuhkan penyakit. Taufik dengan tegas membantah klaim ini.

"Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar. Contoh yang sederhana, ini misalnya bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya," tegasnya.

Peringatan itu disampaikan untuk mencegah euforia berlebihan di masyarakat. Intinya, semua pihak diminta menunggu hasil kajian ilmiah yang sah terlebih dahulu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar