Mesin Ferrari di Awal Perjalanan
Meski berlabel pendatang baru, persiapan Cadillac terbilang matang. Strukturnya profesional, meniru tim-tim mapan Eropa. Basis operasionalnya ada di Fishers, Indiana, sementara markas teknis berdiri di Silverstone, Inggris. Mereka juga punya fasilitas pengembangan mesin di Charlotte, North Carolina, dekat pusat teknologi GM.
Namun begitu, untuk tiga musim pertama (2026-2028), Cadillac akan memakai power unit dari Ferrari. Langkah ini diambil sambil mereka menyiapkan mesin buatan sendiri yang ditargetkan rampung menjelang akhir dekade. Jadi, mereka tak perlu mulai dari nol di tengah persaingan yang sengit.
Pimpinan tim dipegang oleh Graeme Lowdon sebagai Team Principal. Di bawahnya, ada sederet nama teknis berpengalaman dari dunia F1 dan balap internasional. Tujuannya jelas: memastikan transisi dari papan konsep ke performa di sirkuit berjalan semulus mungkin.
Target yang Realistis
Optimisme memang tinggi, tapi mereka juga sadar. Tantangan di F1 itu luar biasa berat. Lowdon sendiri menegaskan, target utama di 2026 bukanlah langsung mengejar podium atau kemenangan. Yang lebih penting adalah membangun dasar yang solid, konsisten, dan akhirnya dihormati oleh rival-rival berat seperti Mercedes, Red Bull, atau bahkan Ferrari yang meminjamkan mesinnya.
Bottas sependapat. Menurutnya, proyek ini bukan sekadar ikut-ikutan. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk bertahan, berkembang pelan-pelan, dan akhirnya bisa bersaing di puncak. Perjalanan panjang, memang. Tapi semua harus dimulai dari suatu tempat, bukan?
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 24 Juta Sambungan Pipa Air Bersih Baru pada 2029
Pansel OJK Sebut Pendaftaran dari DPR dan Internal Masih Sepi
Mourinho Pernah Kritik Puasa Ramadhan Pemainnya di Inter Milan
Imsak Bogor Seragam Pukul 04.32 WIB, Subuh 04.42 WIB