Amalan Shalawat Ummi 80 Kali Usai Ashar Jumat, Dosa 80 Tahun Diampuni

- Jumat, 10 April 2026 | 05:40 WIB
Amalan Shalawat Ummi 80 Kali Usai Ashar Jumat, Dosa 80 Tahun Diampuni

Hari Jumat punya keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca shalawat, khususnya Shalawat Ummi, sebanyak 80 kali setelah waktu Ashar. Konon, keutamaannya sungguh luar biasa: dosa selama 80 tahun bisa diampuni. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Jadi, bisa dibilang ini adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri.

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kita untuk tak pelit bershalawat di hari yang mulia ini. Abu Darda meriwayatkan sabda beliau:

"أَكْثِرُوا عليَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِنَّهُ يَوْمٌ مَشْهُودٌ، تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ"

Artinya kurang lebih: Perbanyaklah salawat untukku di hari Jumat. Hari itu adalah hari yang disaksikan para malaikat.

Lalu, siapa yang menyaksikan? Menurut tafsir Ibnu Katsir seperti yang diriwayatkan Al-Bagawi yang menyaksikan adalah Allah, sementara kita semua adalah yang disaksikan. Nah, berikut ini bacaan, latin, dan arti dari Shalawat Ummi yang dimaksud.

Bacaan Shalawat Ummi

اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِى الْأُمِّـى وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسِلِّـمْ.

Latin: Allahumma sholli’alaa sayyidinaa muhammadin abdika wanabiyyika wa Rosuulika Nabil Ummy wa a’laa alihi wa shohbihi wasillam.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw, sebagai hamba, Nabi, dan utusan-Mu yang Ummy beserta keluarga dan sahabatnya dengan salam yang sesungguhnya."

Kalau mau yang lebih ringkas, ada versi pendeknya:

ااَللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ

Allahumma Sholli 'Alaa Muhammadin 'Abdika wa Rosulika An-Nabiyyil Ummi.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat-Mu kepada Muhammad, hamba, Nabi dan Rasul-Mu, seorang Nabi yang ummi.

Atau, bisa juga dengan bacaan ini:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلىَ آلِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً

Allohumma sholli ‘ala muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala aalihii wa shohbihii wa sallim tasliiman.

Ya Allah, limpahkan rahmat atas Nabi Muhammad yang ummi serta keluarganya, dan berilah mereka keselamatan.

Kenapa Bisa Dahsyat?

Membaca shalawat, apalagi di hari Jumat, jelas punya keutamaan besar. Rahmat, kemuliaan, dan ampunan dari Allah SWT dijanjikan bagi yang melakukannya. Tapi apa saja sih secara spesifik?

Pertama, seperti yang sudah disinggung, dosa 80 tahun diampuni. Ini bukan omong kosong. Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu mencatat sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ثَمَانِينَ مَرَّةً غُفِرَ لَهُ ذُنُوبُ ثَمَانِينَ سَنَةٍ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ الصَّلَاةُ عَلَيْك قَالَ تَقُولُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِك وَنَبِيِّك وَرَسُولِك النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَتَعْقِدُ وَاحِدَةً

Intinya, siapa yang bershalawat 80 kali di hari Jumat, dosanya selama 80 tahun diampuni. Lalu ada yang bertanya, "Bagaimana caranya, Rasulullah?" Beliau pun mengajarkan lafaz Shalawat Ummi, dan sekali ucap dihitung satu kali.

Hadits lain, dari as Sakhawi, bahkan menyebut waktu spesifiknya: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku pada waktu ashar hari Jum’at 80 kali maka Allah mengampuni dosa-dosanya 80 tahun."

Kedua, balasan rahmat yang berlipat ganda. Coba bayangkan. Rasulullah SAW bersabda, satu kali shalawat dari kita dibalas Allah dengan rahmat sepuluh kali lipat. Kalau sepuluh kali? Seratus! Hadits lain juga menyebutkan, dengan satu shalawat tulus, Allah akan menghapus sepuluh keburukan dan mengangkat derajat kita sepuluh tingkat pula.

Ketiga, soal pengangkatan derajat ini ditegaskan lagi dalam riwayat Anas bin Malik. Dalam HR. Nasai yang shahih disebutkan, satu shalawat membuat Allah mengucapkan shalawat untuk hamba-Nya sepuluh kali, menghapus sepuluh kesalahan, dan mengangkat sepuluh derajat.

Keempat, kita dijauhkan dari sifat bakhil. Ini menarik. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebutkan di hadapannya maka ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku." (HR. Tirmidzi). Jadi, enggan bershalawat itu tanda kekikiran, lho.

Kelima, dan ini mungkin yang paling mengharukan: kedekatan dengan Nabi di akhirat. Dalam riwayat Al-Baihaqi, beliau bersabda bahwa shalawat umatnya diperlihatkan padanya setiap Jumat. "Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari Kiamat nanti." Bayangkan, menjadi orang yang paling dekat dengan kekasih Allah di hari yang mencekam itu.

Jadi, itulah sekelumit keutamaan dahsyat dari membiasakan Shalawat Ummi, khususnya 80 kali setelah Ashar di hari Jumat. Semoga kita bisa mengamalkannya.

Wallahu A'lam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar