Sebuah gudang yang diduga menjadi markas operasi bandar narkoba di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dibakar massa setelah polisi menggerebek lokasi tersebut. Aksi pembakaran itu dilakukan oleh sekelompok warga yang merasa resah dengan aktivitas ilegal yang berlangsung di tempat itu.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Prawira, mengungkapkan bahwa penggerebekan bermula dari penangkapan seorang terduga pelaku berinisial RP di Jalan Rambutan, Kecamatan Rantau Kopar, pada Jumat malam. Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran sabu di kawasan tersebut.
“Dari hasil pendalaman, tim kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di sebuah gudang yang dilengkapi CCTV di sejumlah sudut lokasi,” kata Kombes Putu dalam keterangan resminya, Sabtu.
Dalam proses penggeledahan yang disaksikan oleh ketua RT setempat, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu bungkus plastik besar bekas, alat hisap sabu atau bong, serta sejumlah uang tunai yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika.
Kombes Putu menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polda Riau untuk memberantas peredaran narkotika hingga ke akar jaringan. “Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami ingin memastikan bahwa ruang-ruang peredaran narkoba di Riau tidak diberi celah sedikit pun,” tegasnya.
Sementara itu, saat penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat sekitar justru menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi karena selama ini aktivitas di gudang tersebut dinilai sangat meresahkan.
“Ketika penggerebekan berlangsung, masyarakat mendukung penuh langkah petugas. Mereka senang lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika itu ditindak,” jelas Kombes Putu.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Disambut Lagu ‘Maju Tak Gentar’ Saat Kunjungi Pulau Terdepan Miangas
Polri Amankan Ratusan WNA di Jakarta Barat Terkait Dugaan Operasi Judi Online
Menteri Agama Ungkap Kisah di Balik Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Sempat Terkendala Pipa Era Kolonial
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak