Lumajang – Rabu sore, 19 November, Gunung Semeru kembali memuntahkan amarahnya. Kabar erupsi itu langsung menggugah tim Laznas Dewan Dakwah untuk segera bertindak. Bersama perwakilan dari Jawa Timur, mereka pun bersiap menuju lokasi bencana.
Saat tim tiba, pemandangan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, sungguh memilukan. Segala sesuatu diselimuti material vulkanik dan abu tebal. Daerah ini termasuk yang paling parah terkena dampak erupsi.
Tanpa menunggu lama, para relawan langsung bergerak. Mereka melakukan penilaian cepat dan memetakan lokasi-lokasi yang paling membutuhkan. Semua dicatat, terutama kebutuhan mendesak para penyintas yang kehilangan tempat tinggal.
Sebuah mushola kemudian dibersihkan dan difungsikan sebagai posko kemanusiaan. Dari sinilah segala aktivitas relawan terkoordinasi. Tempat ini juga jadi pusat distribusi bantuan, sekaligus tempat warga berkumpul untuk beribadah dan mendengar informasi terbaru.
Selain mendirikan posko, para relawan turun langsung ke rumah-rumah warga. Mereka membantu membersihkan puing dan material vulkanik yang memenuhi pemukiman. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong.
Tono, salah seorang tim Laznas Dewan Dakwah di lapangan, menjelaskan upaya yang dilakukan.
Artikel Terkait
Bank Mandiri Luncurkan Fitur DHE Tracker untuk Permudah Pengelolaan Dana Ekspor SDA
Kadin Siapkan Kajian MBGnomics untuk Ukur Dampak Ekonomi Program Makanan Gratis
BRI Gelar Buka Puasa Bersama Pemred, Bahas Kolaborasi dan Dukung Jurnalisme Berkualitas
Pengadilan Perdagangan AS Tegaskan Importir Berhak Pengembalian Tarif Resiprokal Era Trump