JAKARTA - Di bawah terik matahari Jumat pagi, riuh rendah aktivitas tak biasa terlihat di Kali Cideng, tepatnya di kawasan depan Plaza Indonesia. Bukan sekadar bersih-bersih, sekitar seratus personel gabungan dari berbagai dinas mulai dari KPKP DKI, Satpol PP, hingga Gulkarmat turun langsung ke badan kali. Target mereka jelas: membasmi ikan sapu-sapu yang dianggap sebagai spesies pengganggu.
Menurut Hasudungan A Sidabalok, Kepala Dinas KPKP DKI, aksi ini merupakan respons atas keluhan warga. “Ini tindak lanjut aspirasi masyarakat soal banyaknya ikan invasif di sini,” ujarnya. Sebelumnya, metode serupa sudah diterapkan di Kali Ciliwung.
Proses penangkapannya sendiri, kata dia, dilakukan dengan cara yang manusiawi. Tapi tetap efektif. Hasilnya? Empat puluh satu ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil dikumpulkan dari kali itu.
“Semua ikan yang tertangkap dibawa ke PPSHP untuk dimusnahkan dengan cara dikubur,” jelas Hasudungan.
Alasannya sederhana tapi penting: ikan sapu-sapu dikenal sangat bandel. Daya tahannya tinggi, bahkan bisa hidup lama tanpa air. Kalau cuma dibuang sembarangan, dikhawatirkan malah bisa bertahan dan berkembang lagi di tempat lain.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat