BEI Catat 48 Emisi Obligasi dan Sukuk Baru Senilai Rp52,44 Triliun di Awal 2026

- Sabtu, 11 April 2026 | 08:30 WIB
BEI Catat 48 Emisi Obligasi dan Sukuk Baru Senilai Rp52,44 Triliun di Awal 2026

Pasar modal kita tampaknya cukup bergairah di awal tahun ini. Setidaknya, itulah gambaran yang bisa diambil dari data terbaru Bursa Efek Indonesia. Sepanjang 2026, tercatat ada 48 emisi baru obligasi dan sukuk yang masuk ke papan pencatatan BEI. Nilainya? Tidak main-main, mencapai Rp52,44 triliun dan berasal dari 32 emiten berbeda.

Kalau ditotal semua, kondisi per Rabu lalu menunjukkan ada 688 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di bursa. Nilai outstanding-nya menembus Rp564,69 triliun plus USD149,41 juta, dengan 134 emiten di belakangnya. Angka yang cukup besar, bukan?

Di sisi lain, instrumen Surat Berharga Negara yang tercatat juga tidak kalah banyak. Jumlahnya 190 seri dengan nominal fantastis: Rp6.745,18 triliun dan USD352,10 juta. Sementara untuk Efek Beragun Aset, ada tujuh emisi dengan nilai sekitar Rp3,57 triliun.

Baru-baru ini, tepatnya Rabu (8/4), ada pendatang baru yang cukup diperhitungkan. Obligasi Berkelanjutan II Bank Mandiri Taspen Tahap II Tahun 2026 resmi dicatatkan dengan nilai nominal Rp1,5 triliun.

Yang menarik, obligasi ini membawa peringkat idAAA (Triple A) dari PEFINDO. Sebuah predikat terbaik yang tentunya menambah daya tarik.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Wali Amanat untuk penerbitan ini.

Nah, serunya lagi, semangat pasar ini sepertinya sejalan dengan kinerja perdagangan saham. Pada periode 6-10 April 2026, pasar saham ditutup dengan catatan hijau di hampir semua parameternya.

Volume transaksi harian rata-rata melonjak 24,81 persen jadi 32,28 miliar saham. Nilai transaksinya juga ikut naik 17,26 persen ke level Rp17,32 triliun per hari. Bahkan frekuensi transaksi harian ikut terdongkrak 15,05 persen, menjadi 2,05 juta kali. Artinya, aktivitas beli-jual semakin ramai.

Kapitalisasi pasar BEI pun membesar, tumbuh 7,18 persen menjadi Rp13.189 triliun. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan juga menggembirakan, naik 6,14 persen dan ditutup di level 7.458,496.

Semua data ini, setidaknya untuk pekan itu, memberikan sinyal positif. Pasar terlihat aktif, dan minat investor terhadap berbagai instrumen, dari saham hingga obligasi, tampak terjaga dengan baik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar