Dari dalam Air Force One, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman baru. Kali ini, sasarannya adalah Kolombia. Setelah operasi militer di Venezuela untuk menangkap Nicolas Maduro, Trump membuka peluang aksi serupa terhadap negara tetangganya itu.
Menurut laporan The Guardian, operasi di Venezuela sendiri terjadi pada Sabtu lalu. Targetnya jelas: Presiden Maduro. Nah, sekarang sorotan beralih ke Gustavo Petro, pemimpin Kolombia yang juga beraliran kiri dan punya catatan keras menentang kebijakan Barat.
"Kolombia dipimpin oleh orang gila," ujar Trump kepada para wartawan.
Dia tak berhenti di situ. Trump mendakwa Petro terlibat dalam penyelundupan narkotika ke Amerika Serikat tuduhan yang mirip dengan yang dilontarkannya kepada Maduro. Kita tahu, Kolombia memang terkenal dengan produksi kokainnya yang dikuasai kartel-kartel besar.
"Dia tidak akan melakukannya lagi dalam waktu dekat," tambah Trump, tanpa merinci lebih lanjut.
Artikel Terkait
Kementerian HAM Buka 500 Formasi PPPK, Pendaftaran Dimulai Awal Januari
Kemacetan dan Infrastruktur yang Tersendat Ancam Pesona Bali di Mata Wisatawan
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama