Di sisi lain, dari seberang samudera, Presiden AS Donald Trump justru mengklaim kemenangan. Melalui unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. "Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," tulisnya penuh keyakinan.
Informasi ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Dia menyebut bahwa Maduro akan segera diadili di Amerika Serikat. Memang, pengadilan AS sudah mendakwa Maduro sejak 2020 atas kasus terorisme dan narkotika. Jadi, ini seperti babak lanjutan dari ancaman yang sudah lama digaungkan.
Namun begitu, situasi di lapangan justru penuh tanda tanya. Pemerintah Venezuela sendiri, seperti dilaporkan, mengaku tidak tahu di mana keberadaan Maduro saat ini. Caracas bahkan meminta bukti konkret dari AS bahwa pemimpin mereka itu masih hidup. Semuanya jadi berantakan dan makin rumit.
Jadi, di satu pihak ada klaim penangkapan, di pihak lain ada kabar hilang. Dunia kini menunggu perkembangan selanjutnya, sambil mencerna gelombang kecaman dari Rusia dan mungkin negara-negara lain. Situasinya benar-benar memanas.
Artikel Terkait
KAI Catat 128 Juta Penumpang pada Triwulan I 2026, Naik 10%
Legenda Persija dan Timnas Indonesia, Sutan Harhara, Tutup Usia
BRI Permudah Bayar UTBK SNBT Lewat Aplikasi BRImo
Iran Siapkan Perang Jangka Panjang di Balik Meja Perundingan