Di sisi lain, dari seberang samudera, Presiden AS Donald Trump justru mengklaim kemenangan. Melalui unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. "Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," tulisnya penuh keyakinan.
Informasi ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Dia menyebut bahwa Maduro akan segera diadili di Amerika Serikat. Memang, pengadilan AS sudah mendakwa Maduro sejak 2020 atas kasus terorisme dan narkotika. Jadi, ini seperti babak lanjutan dari ancaman yang sudah lama digaungkan.
Namun begitu, situasi di lapangan justru penuh tanda tanya. Pemerintah Venezuela sendiri, seperti dilaporkan, mengaku tidak tahu di mana keberadaan Maduro saat ini. Caracas bahkan meminta bukti konkret dari AS bahwa pemimpin mereka itu masih hidup. Semuanya jadi berantakan dan makin rumit.
Jadi, di satu pihak ada klaim penangkapan, di pihak lain ada kabar hilang. Dunia kini menunggu perkembangan selanjutnya, sambil mencerna gelombang kecaman dari Rusia dan mungkin negara-negara lain. Situasinya benar-benar memanas.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Swasembada Beras, Fokus Beralih ke Jagung dan Telur
Huntara Aceh Tamiang Capai 75 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Pekan
Indonesia Amankan Hotel dan Lahan Strategis di Mekkah untuk Kampung Haji
Cak Imin Anggap Candaan Prabowo Soal PKB Tak Perlu Dibesar-besarkan