Di kawasan Hambalang, Bogor, suasana retret kabinet tiba-tiba diselingi gelak tawa. Presiden Prabowo Subianto, saat memberikan taklimat, melontarkan canda yang langsung menyasar salah satu partai koalisinya. PKB, kata Prabowo, "harus diawasi terus."
Ucapan itu tentu saja menyedot perhatian. Bagaimana reaksi sang ketua umumnya?
Tak lama setelah acara, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin membuka suara. Dengan santai, politikus senior itu langsung meredam anggapan bahwa ada pesan serius di balik pernyataan presiden.
"Nggak, becanda, becanda," ujar Cak Imin, menepis tafsir berlebihan.
Menurut Menko PMK itu, jenis canda atau 'gojlokan' seperti itu sudah biasa dilontarkan Prabowo. "Sering begitu," sambungnya, seolah ingin menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah dinamika sehari-hari di antara mereka. Ia menambahkan, canda semacam itu kerap terjadi dan tak perlu dibesar-besarkan.
Lantas, apakah bakal ada manuver politik dari PKB menyusul candaan itu?
Cak Imin dengan tegas membantah. "Nggak, nggak, nggak," katanya berulang. Ia memastikan tak ada agenda terselubung atau langkah yang perlu dicurigai dari partainya. Alhasil, pengawasan khusus seperti yang disebutkan dalam canda Prabowo pun dianggapnya tak diperlukan.
Kejadian ini berawal saat Prabowo memimpin sesi dalam retret kabinet. Saat itu, ia seakan-akan mengabsen para ketua umum partai yang duduk di kabinetnya. Prabowo menyebut koalisinya masih kuat, seraya mengakui bahwa tetap ada banyak hal perlu dievaluasi dalam pemerintahan.
"Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada," ucap Prabowo di hadapan para menteri.
Kemudian, pandangannya tertuju pada Muhaimin Iskandar.
"Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini," seloroh Prabowo, memecah keheningan dengan humor yang khas.
Momen itu, lewat penjelasan Cak Imin, akhirnya hanya tercatat sebagai selingan ringan di tengah agenda pemerintahan yang padat. Semua kembali berjalan seperti biasa, setidaknya untuk saat ini.
Artikel Terkait
Pengamat Peringatkan Risiko Defisit dan Pelemahan Rupiah dari Impor Minyak AS
Ahli Gizi Ungkap Peran Minyak Zaitun Tingkatkan Penyerapan Nutrisi
Jadwal Imsak dan Salat di Jakarta untuk 7 Ramadhan 1447 H
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun