Kesiapan Pasukan Perdamaian RI untuk Gaza Dibahas Ulang di Retreat Kabinet

- Selasa, 06 Januari 2026 | 23:12 WIB
Kesiapan Pasukan Perdamaian RI untuk Gaza Dibahas Ulang di Retreat Kabinet

Retreat kabinet di kawasan Hambalang, Bogor, Selasa kemarin, diisi dengan pembahasan yang cukup padat. Presiden Prabowo Subianto dan para menteri duduk bersama membicarakan banyak hal, mulai dari urusan pangan dalam negeri, strategi hadapi bencana, sampai situasi panas di Gaza yang terus menyita perhatian.

Nah, soal Gaza ini, rencana pengiriman pasukan perdamaian TNI kembali mengemuka. Topik itu dibahas lagi, menunjukkan keseriusan pemerintah.

Mensesneg Prasetyo Hudi, usai acara, memberikan penjelasan singkat.

"Paparan kemudian dilanjutkan oleh Menteri Luar Negeri terkait kondisi dan situasi di Gaza. Pemerintah Indonesia terus mengikuti perkembangan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah tersebut," ujarnya.

Sebenarnya, wacana ini bukan hal baru. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah lebih dulu membicarakannya akhir November lalu. Intinya, pasukan kita nanti bakal bertugas di bawah bendera PBB, seperti misi-misi perdamaian sebelumnya.

Yang menarik, kontingen yang disiapkan ternyata cukup besar. Dipimpin seorang jenderal bintang tiga, pasukan ini akan terdiri dari tiga Brigade Komposit. Di dalamnya ada Batalyon Kesehatan, lalu Batalyon Zeni Konstruksi, ditambah Batalyon Bantuan serta Bantuan Mekanis. Komposisinya jelas dirancang untuk misi kemanusiaan dan pemulihan infrastruktur.

Dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga tak main-main. Helikopter, pesawat angkut berat C-130 Hercules, bahkan dua Kapal Rumah Sakit dari TNI AL bakal dikerahkan. Kapal rumah sakit itu sendiri konon sudah dilengkapi dengan helikopter di dalamnya.

Meski persiapannya terlihat matang, sayangnya sampai detik ini belum ada kejelasan soal waktu. Kapan tepatnya pasukan perdamaian kita itu diberangkatkan ke Gaza? Itu masih jadi tanda tanya besar. Semuanya masih menunggu perkembangan dan kepastian lebih lanjut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar