BRI baru saja mencatatkan pencapaian yang cukup mentereng di bidang teknologi. Bank pelat merah ini berhasil meraih sertifikasi Test Maturity Model Integration (TMMi) Level 3. Yang menarik, mereka jadi perusahaan pertama di Indonesia yang mampu mengantongi pengakuan bergengsi tingkat global itu.
Bagi yang awam, TMMi itu sendiri adalah standar internasional untuk mengukur seberapa matang proses pengujian sebuah organisasi. Cakupannya luas, mulai dari kerangka kerja, konsistensi, sampai efektivitas aktivitas quality assurance.
Menurut Saladin Dharma Nugraha Effendi, Direktur Teknologi Informasi BRI, pencapaian ini bukan sekadar plakat untuk dipajang. Ini adalah langkah strategis. Fondasi pengujian sistem aplikasi diperkuat dengan satu tujuan utama: customer excellence.
“Sebagai bagian dari inisiatif transformasi BRIvolution Reignite, BRI secara konsisten mengimplementasikan prinsip Reliability, Availability, Scalability and Security (RASS) sebagai standar operasional untuk menjaga stabilitas serta keamanan berbagai layanan digital,” jelas Saladin.
Pencapaian ini didapatkan untuk dua metodologi pengembangan perangkat lunak, yaitu V-model dan Agile. Artinya, proses pengujian di BRI sudah berjalan lebih terstruktur dan konsisten, mengikuti praktik terbaik yang diakui industri.
Namun begitu, prestasi ini tidak berdiri sendiri.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp14.000, Buyback Justru Naik
Harga Emas Antam Turun Rp 14.000, Pajak Pembeli Dihapus
IHSG Dibuka Hijau Tipis, Rupiah Malah Melemah ke Rp 16.725
IHSG Siap Tembus 9.000, Analis Soroti Empat Saham Pilihan