Harga Daging Sapi Tembus Rp150.000 per Kg di Pasar Kebayoran Saat Ramadan

- Minggu, 22 Februari 2026 | 14:15 WIB
Harga Daging Sapi Tembus Rp150.000 per Kg di Pasar Kebayoran Saat Ramadan

MURIANETWORK.COM - Harga sejumlah komoditas pokok di Pasar Kebayoran, Jakarta, mengalami kenaikan signifikan seiring masuknya bulan Ramadan. Lonjakan harga ini terpantau pada cabai, bawang merah, bawang putih, telur, dan daging sapi, didorong oleh faktor cuaca dan peningkatan permintaan khas bulan puasa. Para pedagang di lapangan menyatakan kesulitan memprediksi kapan harga-harga ini akan kembali normal.

Lonjakan Harga di Tengah Ramadan

Suasana Pasar Kebayoran di awal Ramadan tahun ini diwarnai dengan kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari. Pantauan di lapangan menunjukkan, komoditas seperti cabai dan bawang mengalami kenaikan yang cukup terasa oleh pembeli. Tidak hanya itu, barang-barang pokok lainnya seperti telur juga ikut terdongkrak harganya.

Para pedagang yang ditemui di lokasi mengaitkan fenomena ini dengan dua hal utama. Pertama, kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini diduga memengaruhi pasokan dari sentra produksi. Kedua, momentum Ramadan secara tradisional selalu memicu peningkatan permintaan, yang secara alami mendorong harga naik.

Daging Sapi Tembus Rp150.000 per Kilogram

Kenaikan yang cukup mencengangkan terjadi pada harga daging sapi. Komoditas satu ini disebut-sebut telah mencapai angka Rp150.000 per kilogram, terutama untuk kualitas terbaik. Harga ini terpantau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya dan diperkirakan masih akan berlanjut seiring mendekatnya hari raya Idul Fitri.

Seorang pedagang di pasar, Haris, membenarkan kondisi tersebut. Ia memberikan perbandingan harga yang terjadi di lapangan.

"Sekarang yang supernya Rp150.000 yang biasanya Rp140.000," ujarnya.

Ketidakpastian Kembalinya Harga Normal

Di balik ramainya transaksi, terdapat kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen. Saat ini, para pelaku pasar kesulitan memperkirakan kapan harga berbagai bahan pokok tersebut akan stabil kembali. Ketidakpastian ini membuat perencanaan belanja, baik untuk rumah tangga maupun usaha, menjadi tantangan tersendiri.

Mereka berharap ada keseimbangan antara pasokan dan permintaan yang dapat meredam gejolak harga, meski memahami bahwa pola kenaikan seperti ini kerap terjadi setiap tahun pada periode yang sama. Pengamatan lebih lanjut terhadap distribusi barang dan kebijakan pasar diperlukan untuk melihat tren harga ke depan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar