MURIANETWORK.COM - Seorang anak perempuan berusia 11 tahun di Cimanggis, Depok, akhirnya berhasil dievakuasi setelah jari telunjuknya tersangkut di lubang gayung plastik. Insiden yang terjadi pada Jumat (20/2) sore itu memerlukan waktu satu jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk membebaskan jari sang bocah, yang sebelumnya telah berusaha melepaskannya sendiri tanpa hasil.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat korban sedang mandi sore di rumahnya. Dengan gayung di tangan, ia berimajinasi seolah sedang memegang mikrofon dan bernyanyi. Tanpa disadari, jari telunjuknya dimasukkan ke dalam lubang pegangan gayung dan terjebak di dalamnya.
Menurut Danru UPT Cimanggis, M Syaiful Bahrie, situasi ini baru disadari setelah orang tua sang anak merasa curiga. "Untuk kronologis saat si anak mau mandi sore sambil bernyanyi di dalam kamar mandi dan menjadikan gayung sebagai mainan jari telunjuknya dimasukkan ke lubang gayung seolah-olah mic," jelasnya.
Upaya Pertolongan dan Evakuasi
Setelah menunggu hampir 40 menit dan sang anak tak kunjung keluar, orang tua pun memeriksa ke kamar mandi. Mereka menemukan buah hatinya dalam keadaan cemas, berusaha melepaskan jari yang sudah membengkak dan terkunci erat oleh plastik gayung.
Berbagai upaya dilakukan keluarga, namun tidak membuahkan hasil. "Ternyata si anak sedang mencoba melepaskan jari telunjuknya yang masuk. Setelah dicoba secara mandiri untuk melepaskannya tidak berhasil," ungkap Syaiful.
Melihat kondisi tersebut, orang tua segera menghubungi tim Damkar Kota Depok. Tiga personel dari UPT Cimanggis pun langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Dengan peralatan khusus dan teknik yang hati-hati untuk menghindari cedera lebih lanjut, petugas bekerja membebaskan jari sang bocah.
Proses evakuasi membutuhkan ketelitian tinggi mengingat material gayung yang keras dan posisi jari yang sudah terjepit cukup lama. "Untuk evakuasi pelepasan jari yang tersangkut gayung, petugas membutuhkan 1 jam untuk melepaskannya," tutur Syaiful mengakhiri penjelasannya.
Peringatan bagi Orang Tua
Kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak, bahkan di area rumah yang dianggap aman seperti kamar mandi. Benda-benda rumah tangga sederhana, seperti gayung dengan lubang berukuran pas, bisa berpotensi menimbulkan bahaya jika digunakan tidak semestinya oleh anak-anak yang sedang penuh rasa ingin tahu. Kesiapsiagaan dan pengetahuan untuk segera meminta bantuan tenaga profesional saat terjadi insiden serupa menjadi kunci utama mencegah komplikasi yang lebih serius.
Artikel Terkait
Stasiun Depok Baru Dinilai Tak Aksesibel, Penumpang Lansia dan Disabilitas Terhambat Tangga
Mendagri Tito Tekankan Data Akurat Jadi Kunci Percepatan Huntap di Pidie Jaya
Komisi III DPR Desak Penyidikan Tuntas Kasus Meninggalnya Nizam, Remaja 12 Tahun di Sukabumi
Kemenag Pacu Kesejahteraan Guru Agama Melalui Program Sertifikasi PPG