Dari kompleks perkantoran di Hambalang, Bogor, kabar baik datang dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia memastikan Indonesia berhasil memenangkan lelang untuk sebuah hotel dan sebidang lahan di Mekkah. Ini adalah langkah konkret menuju terwujudnya Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci.
"Jadi ada hotel yang sudah berdiri, kita beli. Insyaallah tahun ini sudah bisa dipakai," ujar Prasetyo, Selasa lalu.
Ia menjelaskan, fasilitas sementara itu nantinya mampu menampung sekitar 24 hingga 25 ribu jamaah. Cukup besar. Namun begitu, itu bukan satu-satunya yang didapat. Pemerintah juga mengamankan sepetak lahan kosong untuk pembangunan permanen.
Yang menarik, menurut Prasetyo, pihak Arab Saudi memberikan keistimewaan. Indonesia diberi hak untuk memilih lokasi yang diinginkan. Dan pilihannya sudah jatuh.
"Bapak Presiden memutuskan memilih satu lokasi. Jaraknya cuma sekitar 500 meter dari Masjidil Haram. Di situlah nanti Kampung Haji akan kita bangun," jelasnya.
Rencananya, di atas lahan itu tak cuma akan ada bangunan untuk menginap. Akan ada mal, dan diharapkan juga klinik kesehatan. Prasetyo punya harapan lain: ada food court yang representatif. Tempat yang nyaman bukan cuma untuk jamaah haji, tapi juga untuk jutaan jamaah umrah.
"Jamaah umrah kita hampir mencapai 1,8 juta per tahun. Potensinya besar sekali," tandasnya.
Dengan demikian, impian memiliki fasilitas sendiri di dekat pusat ibadah umat Islam itu perlahan mulai terwujud. Sebuah terobosan yang dinanti.
Artikel Terkait
Trump Marahi Netanyahu dalam Panggilan Telepon, Sebut Serangan di Lebanon Gila dan Hambat Negosiasi dengan Iran
Ekspor April 2026 Tembus 25,3 Miliar Dolar AS, Inflasi Pangan Masih Tekan Daya Beli
BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 5,64 Miliar Dolar AS Selama Januari–April 2026
Menkes: Sebagian Masyarakat Indonesia Sudah Miliki Antibodi Hantavirus