MURIANETWORK.COM – Permintaan maaf ternyata tak cukup. Itulah yang terjadi pada salah satu akun pendukung Jokowi yang sudah meminta maaf secara terbuka kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Meski begitu, Partai Demokrat tetap saja melanjutkan laporan hukumnya. Mereka bersikukuh, permintaan maaf itu datangnya telat.
Batas waktunya cuma 3x24 jam setelah somasi dilayangkan pada 31 Desember 2025. Dan video permintaan maaf dari kanal YouTube "Kajian Online" baru muncul Senin, 5 Januari 2026. Sudah lewat, kata mereka.
Menariknya, sebelumnya politisi Demokrat Andi Arief sempat bilang pihaknya menerima permintaan maaf itu. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang. Tapi rupanya, keputusan akhir ada di tangan Badan Hukum partai. Mereka punya pertimbangan lain yang bikin laporan ke polisi jalan terus.
Jadi, siapa saja yang dilaporkan? Total ada empat akun yang sekarang berurusan dengan Polda Metro Jaya. Selain Kajian Online, ada juga kanal YouTube Agri Fanani, akun TikTok Sudirowi Budius, dan akun YouTube @bangboy YTN. Nama Zulfan Lindan yang sempat disebut di somasi, untungnya tidak ikut masuk dalam laporan polisi.
Lalu, apa pasalnya? Menurut dokumen laporan, konten-konten mereka dinilai keterlaluan. Misalnya, akun TikTok Sudirowi Budius yang dengan gamblang menuding SBY ada di balik isu ijazah Jokowi. Unggahan seperti ini, bagi Demokrat, jelas menyebar kabar bohong dan mencemarkan nama baik.
Artikel Terkait
Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek
Retret di Hambalang: Prabowo Kumpulkan Menteri, Bukan Cuma untuk Evaluasi
Hensat Soroti Retret Kabinet: Evaluasi dan Uji Loyalitas Jelang 2026
Prabowo Didesak Evaluasi UU Cipta Kerja, Dinilai Gagal Penuhi Janji