Agung Mannan di Ujung Tanduk, Masa Depan di Persis Solo Kian Suram

- Rabu, 21 Januari 2026 | 21:30 WIB
Agung Mannan di Ujung Tanduk, Masa Depan di Persis Solo Kian Suram

Di Solo, situasi Agung Mannan makin pelik. Pemain belakang itu terlihat semakin tersisih di Persis, apalagi dengan hiruk-pikuk pergerakan transfer yang dilakukan klub paruh musim ini.

Laskar Sambernyawa memang tak main-main. Mereka mendatangkan sejumlah pemain baru, dan dampaknya langsung terasa bagi pemain lama. Agung, yang sejak awal musim sudah jarang main, kini posisinya kian terancam.

Pukulan telak datang dengan kedatangan Kadek Raditya dari Persebaya. Bek tengah eks Timnas U-23 itu langsung diplot untuk mengisi lini belakang posisi yang selama ini jadi andalan Agung. Persaingan pun jadi tak terhindarkan.

Memang, Kadek sendiri jarang main di Persebaya musim ini. Cuma tiga penampilan. Tapi namanya masih punya bobot, pernah main untuk Madura United dan tentu saja, timnas muda. Itu cukup untuk membuatnya dilirik.

Dengan masuknya Kadek, peluang Agung untuk kembali ke starting eleven makin tipis. Catatannya sejauh ini cuma lima penampilan angka yang sangat minim untuk pemain berusia 28 tahun yang seharusnya sedang di puncak karier.

Persis sendiri tak cuma bawa Kadek. Mereka juga mendatangkan Alfriyanto Nico dari Persija, plus tiga pemain asing sekaligus: Vukasin Vranes, Dusan Mijic, dan Miroslav Maricic. Tak ketinggalan, pengalaman Yabes Roni dari Bali United turut diperkuat.

Gelombang kedatangan ini mau tak mau bikin persaingan internal makin sengit. Beberapa pemain lama pun mulai tersingkir. Sidik Saimima dan Arapenta Poerba sudah lebih dulu pergi. Lalu, Gio Numberi juga pamit.

Lewat akun Instagram-nya, Gio menulis pesan perpisahan.

“Terima kasih untuk segala kenangan pahit dan manis yang sudah dilalui bersama-sama. Senang dan bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan tim ini. Mohon maaf atas segala tindakan yang mungkin tidak berkenan,” tulisnya.

Rumor juga beredar soal kiper Gianluca Pandeynuwu yang kemungkinan hengkang, dengan Arema FC disebut-sebut sebagai tujuan. Intinya, pemain yang kontribusinya minim mulai dikurangi.

Nah, dalam situasi seperti ini, nama Agung Mannan otomatis masuk dalam daftar yang berisiko. Bek tengah lain sudah ada, pemain baru datang, sementara menit bermainnya hampir nol.

Lalu, ke mana Agung harus pergi? Dua opsi paling sering disebut: kembali ke PSM atau ikut mantan pelatihnya, Bernardo Tavares.

PSM Makassar adalah rumah lamanya. Agung adalah bagian penting dari skuad juara Liga 1 2022/2023. Dia paham betul budaya klub, dan publik Makassar juga mengenalnya. Bagi PSM yang mungkin butuh penguatan di pertahanan lokal, Agung bisa jadi solusi yang masuk akal.

Opsi kedua, mengikuti Bernardo Tavares. Kabarnya, pelatih asal Portugal itu sedang dalam pembicaraan dengan Persebaya. Kalau jadi, besar kemungkinan Agung akan direkrut. Dia tahu betul sistem Bernardo, dan di tangan pelatih itu dulu, penampilannya sangat solid.

Intinya, apapun pilihannya, Agung butuh main. Bertahan di Persis dengan kondisi sekarang hanya akan membuatnya teronggok di bangku cadangan. Di usianya yang masih produktif, itu adalah pembunuhan karier.

Bursa transfer masih terbuka. Agung Mannan berdiri di persimpangan. Tinggal menunggu, ke mana bek juara ini akan melabuhkan langkah berikutnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar