Di antara banyak sesi, ada satu diskusi yang menarik perhatian: “From Funds to Fields: Co-Investing Model Driving Productive Growth”. Topiknya, bagaimana model co-investing bisa menggerakkan sektor riil. Panelisnya pun para petinggi, dari Eddi Danusaputro (AMVESINDO), Miguel Soriano (IFC), sampai Erika Dianasari Go (Alpha JWC Ventures).
Nah, dalam sesi penting itu, MNC Life punya peran aktif. Perusahaan asuransi yang merupakan bagian dari MNC Kapital Indonesia ini mendukung penuh BFN 2025.
Managing Director Insurance Business Group sekaligus President Director MNC Life, Risye Dilianti, bertindak sebagai moderator. Ia menekankan, MNC Life berperan menghubungkan inovasi fintech dengan proteksi digital dan akses keuangan masyarakat.
"Co-investing bukan hanya strategi pendanaan, tetapi jembatan untuk memperluas kesempatan dan produktivitas,” ungkap Risye.
Ia menjelaskan, ketika fintech, regulator, dan investor berkolaborasi, manfaatnya akan langsung terasa. MNC Life, lewat aplikasi MotionLife, berkomitmen menyediakan produk proteksi yang sederhana dan mudah diakses. Pendekatan digital-first ini jadi fondasi mereka.
Secara keseluruhan, BFN Fest 2025 ini cukup meriah. Ada lebih dari 100 narasumber, puluhan booth inovasi, dan berbagai sesi edukasi untuk publik mulai dari cek kredit SLIK OJK, literasi anti-scam, sampai konsultasi. Acara berlangsung 10-11 Desember dan terbuka untuk umum, gratis.
Kolaborasi antara AFTECH, regulator, dan perusahaan seperti MNC Life ini menunjukkan satu hal: transformasi digital Indonesia sedang berjalan. Tujuannya? Ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
Durian Merah Banyuwangi Resmi Jadi Primadona dengan Sertifikat Indikasi Geografis
Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia Dua Hari, Sita Dokumen hingga Data Digital
Misteri Kematian Lula Lahfah: Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Lanjutkan Penyidikan
Indonesia Sampaikan Syarat Khusus untuk Investor di Forum Ekonomi Davos