Namun begitu, ini bukan cuma soal angka penjualan mobil belaka. Putu mengingatkan, industri otomotif adalah tulang punggung. Dia menggerakkan begitu banyak sektor pendukung, dari baja, kaca, hingga industri komponen. Kalau sektor ini lesu, efek berantainya akan terasa luas.
"Kalau volume penjualan makin besar, nanti yang lain ikut bergerak," jelasnya.
"Kita harus menjaga kesempatan kerja, menjaga ekspor kita, dan menjaga ekosistem otomotif ini bisa dipertahankan."
Jadi, persoalannya kompleks. Menunggu pasar membaik dengan sendirinya mungkin bukan pilihan. Pertanyaannya sekarang, apakah ada terobosan kebijakan yang siap dihadirkan untuk memutar kembali roda ini? Waktunya berjalan, dan industri menunggu.
Artikel Terkait
Durian Merah Banyuwangi Resmi Jadi Primadona dengan Sertifikat Indikasi Geografis
Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia Dua Hari, Sita Dokumen hingga Data Digital
Misteri Kematian Lula Lahfah: Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Lanjutkan Penyidikan
Indonesia Sampaikan Syarat Khusus untuk Investor di Forum Ekonomi Davos