Namun begitu, ini bukan cuma soal angka penjualan mobil belaka. Putu mengingatkan, industri otomotif adalah tulang punggung. Dia menggerakkan begitu banyak sektor pendukung, dari baja, kaca, hingga industri komponen. Kalau sektor ini lesu, efek berantainya akan terasa luas.
"Kalau volume penjualan makin besar, nanti yang lain ikut bergerak," jelasnya.
"Kita harus menjaga kesempatan kerja, menjaga ekspor kita, dan menjaga ekosistem otomotif ini bisa dipertahankan."
Jadi, persoalannya kompleks. Menunggu pasar membaik dengan sendirinya mungkin bukan pilihan. Pertanyaannya sekarang, apakah ada terobosan kebijakan yang siap dihadirkan untuk memutar kembali roda ini? Waktunya berjalan, dan industri menunggu.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas