Lalu, apa yang mendorong kenaikan kali ini? Menurut Dong Lijuan, seorang analis di Biro Statistik Nasional, pemicu utamanya datang dari sektor pangan.
Ia memaparkan, harga pangan justru naik 0,2 persen pada November. Padahal, di bulan sebelumnya, sektor ini mengalami penurunan cukup dalam, yaitu 2,9 persen. Perubahan arah yang cukup signifikan ini jelas memberi kontribusi pada angka akhir.
Di sisi lain, ceritanya agak berbeda kalau kita tilik dari sudut pandang produsen. Indeks Harga Produsen (PPI) China, yang memantau harga di tingkat pabrik, justru masih berkubang di zona negatif. Pada November, PPI terkontraksi 2,2 persen secara tahunan. Ini artinya, deflasi di tingkat produsen sudah berlangsung selama 38 bulan tanpa henti. Lama sekali.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas