Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian

- Jumat, 16 Januari 2026 | 01:15 WIB
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian

Kerugian akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara ternyata sangat besar. Gubernur Bobby Nasution menyebut angkanya mencapai Rp17,4 triliun. Tapi, itu belum seberapa. Dana yang dibutuhkan untuk membangun kembali wilayah yang porak-poranda itu justru jauh lebih fantastis: Rp69,47 triliun.

Angka itu diungkapkan Bobby dalam sebuah rapat koordinasi di Kemendagri, Kamis lalu. Menurutnya, hitungan kerugian itu mencakup semua sektor yang luluh lantak.

"Estimasi kerugian dari seluruh sektor di wilayah Sumatera Utara, mulai dari sektor perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, hingga lintas sektor, total kerugiannya sebesar Rp17,4 triliun. Namun, kebutuhan dana pemulihannya mencapai Rp69,47 triliun," kata Bobby.

Lho, kok bisa selisihnya segitu jauh? Bobby punya penjelasannya. Ternyata, pemulihan pascabencana bukan cuma soal menambal yang rusak lalu beres. Ambil contoh infrastruktur jalan. Kerugian di sektor ini sekitar Rp10,9 triliun.

"Mohon izin, ada beberapa ruas infrastruktur yang secara nilai kerugiannya sekitar Rp10,90 triliun. Namun kalau hanya diperbaiki dengan angka sebesar itu, tentu tidak cukup," ujarnya.

Masalahnya, banyak ruas jalan baik nasional maupun provinsi yang kondisinya sudah parah banget. Jalur eksistingnya nyaris tidak bisa dipakai lagi. Jadi, perbaikannya harus lebih dari sekadar mengembalikan bentuk lama.

“Jadi bukan hanya jalannya yang longsor atau rusak lalu diperbaiki seperti semula,” jelas Bobby. Menurutnya, harus ada penguatan tebing, pendalaman alur, dan berbagai upaya lain agar jalan itu lebih tahan banting ke depannya. Itulah yang membuat biayanya membengkak.

Di sisi lain, Bobby berharap pemerintah pusat bisa melihat persoalan ini dengan jelas. Dukungan dibutuhkan agar pemulihan di Sumut tidak setengah-setengah. Harapannya, proses ini bisa optimal dan hasilnya bertahan lama, tidak mudah ambruk lagi ketika musim penghujan tiba.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar