Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi melarang konsumsi hewan-hewan yang rentan menularkan rabies. Aturan baru ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2025 yang baru saja ditandatangani.
“Melarang untuk mengkonsumsi hewan-hewan yang bisa menimbulkan penyakit rabies, di antaranya tentunya yang paling utama adalah anjing dan kucing,”
kata Pram, Jumat (5/12) lalu. Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri Animal Welfare International Conference di Royal Kuningan Hotel.
Namun begitu, Pramono menekankan bahwa penandatanganan peraturan hanyalah langkah awal. Yang jauh lebih penting adalah eksekusinya di lapangan. Dia pun sudah menginstruksikan Satpol PP dan dinas terkait untuk menjalankan pengawasan secara rutin.
“Walaupun Pergubnya ini ditandatangani, jangan hanya sekadar ditandatangani. Yang paling utama adalah aplikasi di lapangannya,”
tegas politikus PDIP itu.
Lalu, hewan apa saja yang masuk dalam daftar larangan? Menurut dokumen Pergub, Hewan Penular Rabies (HPR) mencakup anjing, kucing, dan kera. Tak cuma itu, kelelawar dan musang juga termasuk, beserta hewan-hewan lain yang sejenis.
Di sisi lain, aturan ini juga memuat sanksi yang cukup jelas. Pasal 29 menyebutkan, bagi siapa saja baik perorangan maupun badan usaha yang kedapatan memperdagangkan HPR untuk konsumsi, akan dikenai hukuman. Bentuknya bisa beragam, mulai dari daging mentah, hewan hidup, hingga produk olahan.
Sanksinya sendiri tidak main-main. Pelaku bisa dapat teguran tertulis, atau bahkan yang terberat: pencabutan izin usaha. Intinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kali ini serius ingin memutus mata rantai perdagangan dan konsumsi hewan-hewan tersebut.
Artikel Terkait
Remaja 16 Tahun Gantikan Almarhumah Ibu Berangkat Haji dari Makassar
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan, Pelaku dan Komplotan Ditangkap di Jombang
TNI dan Warga Nduga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Landasan Udara Terpencil
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Kini Merenggang