Mulai Senin kemarin, suasana di sejumlah stasiun Commuter Line Merak terlihat berbeda. Ada kereta khusus yang baru beroperasi, penuh dengan karung, keranjang, dan kardus-kardus berisi hasil bumi. Ya, PT KAI resmi meluncurkan Kereta Petani dan Pedagang pada 1 Desember 2025. Ini bukan sekadar tambahan layanan biasa, tapi sebuah terobosan yang diharapkan bisa memperkuat denyut ekonomi akar rumput di Banten.
Yang menarik, tarifnya sangat terjangkau. Cuma tiga ribu rupiah saja! Kebijakan murah ini berkat skema subsidi PSO dari Kemenhub, yang sengaja dirancang agar benar-benar bisa diakses oleh para petani dan pedagang kecil.
Menurut unggahan resmi KAI di media sosial @kai121_, kereta ini hasil kolaborasi KAI Group dengan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Proses desain dan modifikasi keretanya sendiri dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng.
“Inovasi ini dihadirkan untuk memudahkan petani dan pedagang dalam mengangkut hasil bumi dan barang dagangan dengan aman, cepat, dan anti macet di perjalanan,”
demikian pernyataan KAI yang dikutip Selasa lalu.
Kalau dilihat, desain interiornya memang dibuat khusus. Ruang bagasinya luas, sistem pendukung perjalanannya juga disesuaikan. Semua dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha rakyat mendistribusikan barang dagangan mereka.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas