Alasannya cukup kuat. Menurut Tito, posisi kepala daerah punya "power" dan kewenangan yang krusial. Bawahannya, sehebat apapun, tidak memiliki otoritas sebesar itu.
"Jadi keberadaan kepala daerah, baik bupati, gubernur, sangat diperlukan karena memiliki power, kewenangan. Bawahannya enggak memiliki power yang sekuat para kepala daerah," ungkapnya.
Bayangkan saja kalau pemimpinnya tidak ada di tempat. Bisa kacau. Koordinasi menjadi lambat, pengambilan keputasan mendesak terhambat. Apalagi, peran kepala daerah juga merangkap sebagai ketua Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah).
"Oleh karena itu, kalau kehilangan leadership kepala daerah, ya di bawahnya juga menjadi tidak terarah karena memerlukan koordinasi dan keputusan," jelas Tito menutup penjelasannya.
Jadi, sampai pertengahan Januari tahun depan, para pemimpin daerah diharapkan betah di rumah. Fokus kerja, urus wilayah, dan siap siaga jika ada sesuatu yang memerlukan keputusan cepat.
Artikel Terkait
Robot Bedah Da Vinci Xi Resmi Hadir di Eka Hospital Jakarta Timur
Tim SAR Perketat Pencarian, 80 Warga Masih Hilang di Longsor Pasirlangu
Investor Dubai Guncang IKN dengan Investasi Rp4 Triliun untuk Kawasan 24 Jam
OJK Izinkan 10 Bank Daerah Bergabung ke Dalam Empat Kelompok Usaha