Kerumunan massa tiba-tiba memadati Kantor Pusat Bank Syariah Indonesia beberapa hari terakhir. Mereka datang dengan harapan, terdorong oleh kabar yang beredar tentang bantuan tunai langsung dari pemerintah. Sayangnya, kabar itu hanyalah tipuan belaka.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan situasi yang terjadi. "Dalam dua hari terakhir, Kantor Pusat BSI didatangi masyarakat dalam jumlah besar. Mereka datang karena ajakan yang menyebut akan ada bantuan pemerintah Rp10 juta per orang, dengan klaim bersumber dari dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) pemerintah sebesar Rp10 triliun yang ditempatkan di bank," ungkapnya di Jakarta, Selasa lalu.
Menurutnya, aksi ini digerakkan oleh sekelompok pihak. Mereka punya narasi menarik: uang itu hak rakyat Indonesia. Iming-imingnya pun tak main-main.
"Kemarin lebih dari seribu orang hadir. Mereka datang dari Jabodetabek hingga luar daerah seperti Palembang dan Jambi, dan dijanjikan dana Rp10–15 juta per orang dalam minggu ini," tambah Wisnu.
Namun begitu, ada syaratnya. Para korban justru diminta mengeluarkan uang dulu, mulai dari Rp15.000 hingga angka yang fantastis, Rp500.000. Uang itu harus ditransfer ke rekening pribadi bukan rekening resmi manapun. Modusnya klasik: selebaran, pesan berantai, dan grup WhatsApp jadi sarana penyebaran.
Di balik kerumunan itu, ada sebuah organisasi yang mencuat namanya: Golden Eagle International atau yang mengklaim diri sebagai UNDP. Mereka bahkan berani mengirim surat resmi.
"Surat tersebut menginstruksikan BSI mencairkan dana tertentu, termasuk permintaan transfer Rp10 miliar ke rekening atas nama perorangan, serta mengklaim adanya hibah untuk negara dan BSI. Kami tegaskan narasi dan surat itu tidak benar dan berindikasi penipuan," tegas Wisnu.
Sebenarnya, ini bukan hal baru. Otoritas Jasa Keuangan lewat Satgas PASTI sudah lebih dulu angkat bicara. Pada pertengahan Oktober tahun lalu, mereka sudah menyatakan aktivitas Golden Eagle International ini ilegal. Potensinya jelas: menyesatkan publik.
BSI bersama Polda Metro Jaya pun terus mengingatkan masyarakat. Mereka menegaskan, dana Saldo Anggaran Lebih atau SAL itu adalah dana pemerintah. Fungsinya khusus, ditempatkan di bank-bank negara termasuk BSI. Bukan untuk dibagi-bagikan begitu saja ke masyarakat. Jadi, waspada. Jika ada iming-iming uang mudah, selalu cek ke sumber resmi. Jangan mudah percaya.
Artikel Terkait
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kembali Desak Komisi III DPR Gelar RDPU soal Kasus Ijazah Jokowi
Anggaran Keselamatan KAI Dipertanyakan Usai Kecelakaan di Bekasi Timur, Pakar: Publik Berhak Tahu Alokasi Dana Proteksi
Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi
Asisten Masinis Curiga Sinyal Eror Sesaat Sebelum KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 15 Tewas