Kisah Florencia Lolita Wibisono: Dedikasi di Langit dan Rencana Bahagia yang Terkandas

- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:45 WIB
Kisah Florencia Lolita Wibisono: Dedikasi di Langit dan Rencana Bahagia yang Terkandas

Nama Florencia Lolita Wibisono mendadak mencuat ke permukaan. Pramugari senior itu kini tercatat sebagai salah satu korban dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan. Jenazahnya berhasil ditemukan tim SAR di kawasan pegunungan Bulusaraung, persis di perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, pada Senin, 19 Januari 2026.

Olen begitu ia biasa disapa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Namun begitu, kondisi fisiknya relatif utuh. Sidik jarinya bahkan masih bisa dikenali dengan jelas, mempermudah proses identifikasi.

Kabar ini tentu saja menghantam keras. Keluarga, rekan-rekan kerjanya, hingga komunitas penerbangan nasional berduka. Untuk mengenangnya, mari kita lihat lebih dekat sosok perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk keselamatan penumpang ini.

Darah Manado dan Ikatan Keluarga yang Kuat

Florencia berasal dari keluarga berdarah Manado. Ibunya sendiri asli Kendis, Minahasa, Sulawesi Utara. Dari sanalah, tampaknya, ia mewarisi semangat dan kehangatan khas orang Sulawesi.

Ikatan dengan keluarganya, terutama sang ibu, dikenal sangat erat. Menurut cerita kerabat, Olen adalah tipe yang selalu menjaga komunikasi. Apalagi saat ibunya sedang kurang sehat. Ia rajin menelepon, menanyakan kabar, memastikan semuanya baik-baik saja. Kedekatan itu bukan sekadar basa-basi, melainkan bagian penting dari hidupnya.

Jalur Pendidikan dan Awal Karier

Dunia komunikasi rupanya sudah lama ditekuninya. Florencia menyelesaikan studi Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta. Latar belakang itu kemudian sangat membantunya saat berhadapan dengan ratusan penumpang dengan beragam karakter.

Kariernya di atas awan dimulai di PT Wings Abadi Airlines. Tak tanggung-tanggung, ia telah mengabdi lebih dari 14 tahun. Pengalaman sedemikian panjang menjadikannya sosok yang matang, tangguh, dan paham betul seluk-beluk dunia penerbangan.

Bagi Olen, perjalanan sama pentingnya dengan tujuan. Prinsip itu ia pegang teguh. Dalam setiap penerbangan, keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas mutlak. Ia terkenal telaten, selalu memastikan setiap prosedur keselamatan dijalankan dengan benar sebelum pesawat lepas landas.

Lebih Dari Sekadar Pramugari: Seorang Mentor

Perannya tak cuma melayani di kabin. Florencia juga dipercaya membina pramugari-pramugari lain. Pada 2025, ia mengikuti pelatihan khusus untuk manajer pramugari selama delapan bulan. Bahkan, sejak 2012 hingga 2025, ia bertugas sebagai instruktur pemeriksa perusahaan.

Bagi banyak juniornya, Olen adalah tempat bertanya. Figur senior yang selalu siap membagi ilmu. Posisinya itu membuatnya kerap disandingkan dengan fungsi HRD dalam hal pembinaan awak kabin.


Halaman:

Komentar