Duel dua talenta terbaik Asia Tenggara akan menjadi sorotan utama pada Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Circuit de la Sarthe akhir pekan ini, mempertemukan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, dengan rival lamanya asal Malaysia, Hakim Danish Ramli. Meskipun Veda tampil mengejutkan pada musim debut Moto3 2026, catatan pengalaman dan performa di Le Mans menunjukkan Hakim Danish masih lebih unggul. Persaingan keduanya dipastikan menarik karena bukan kali pertama mereka bertarung di lintasan; sebelum naik ke Moto3, Veda dan Hakim sudah beberapa musim saling sikut di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Nama Veda Ega menjadi salah satu pembalap paling mencuri perhatian pada empat seri awal Moto3 musim ini. Berstatus rookie, pembalap Honda Team Asia itu mampu tampil konsisten hingga kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 37 poin. Veda bahkan sudah mencicipi podium pertamanya setelah finis ketiga pada Moto3 Brasil 2026. Penampilan impresif tersebut membuat pembalap muda Indonesia itu mulai diperhitungkan sebagai salah satu calon bintang baru Moto3. Namun, tantangan berat menanti Veda di Le Mans. Selain karakter trek yang teknis, ia juga harus menghadapi rival kuat dari Asia Tenggara yang punya pengalaman lebih matang di sirkuit tersebut.
Persaingan Veda Ega dan Hakim Danish sebenarnya sudah berlangsung sejak keduanya tampil di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pada musim 2025, Veda sukses finis sebagai runner-up klasemen akhir Red Bull Rookies Cup, sementara Hakim Danish berada tepat di belakangnya di posisi ketiga. Meski demikian, jika melihat pengalaman di Le Mans, Hakim Danish memiliki catatan yang lebih meyakinkan. Pembalap asal Terengganu, Malaysia, itu lebih dulu mencicipi kompetisi Eropa dibanding Veda. Hakim tampil di European Talent Cup sejak 2021 hingga 2023 sebelum melanjutkan kiprah di Red Bull MotoGP Rookies Cup dari 2023 sampai 2025. Tidak hanya itu, Hakim juga turun di ajang FIM JuniorGP World Championship pada musim 2024 dan 2025. Pengalaman panjang tersebut membuat Hakim lebih memahami karakter Le Mans dibanding Veda Ega.
Selama tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda Ega baru dua kali membalap di Le Mans, semuanya terjadi pada musim 2024. Saat itu, pembalap asal Gunungkidul tersebut finis di posisi ke-10 pada race pertama dan posisi ketujuh pada race kedua. Sementara itu, Hakim Danish sudah enam kali tampil di Le Mans sepanjang kariernya di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pada musim 2023, Hakim finis ke-19 di race pertama sebelum gagal finis pada race kedua. Namun performanya meningkat drastis pada musim berikutnya. Di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024, Hakim berhasil finis keenam pada race pertama dan meraih podium ketiga di race kedua. Catatan terbaiknya terjadi pada musim 2025, di mana Hakim Danish sukses finis runner-up dalam dua balapan sekaligus di Le Mans. Statistik tersebut membuat pembalap Malaysia itu sedikit lebih diunggulkan jelang Moto3 Prancis 2026.
Meski kalah pengalaman, Veda Ega tetap memiliki peluang besar memberi kejutan di Le Mans. Penampilannya pada Moto3 Spanyol beberapa waktu lalu menunjukkan perkembangan signifikan. Di Jerez, Veda tampil luar biasa setelah melakukan comeback dari posisi ke-17 hingga finis keenam. Performa tersebut menjadi bukti bahwa ia mulai nyaman bersaing di grup depan Moto3. Selain itu, gaya balap agresif Veda juga bisa menjadi senjata utama untuk menandingi pengalaman Hakim Danish. Jika mampu menemukan setelan motor terbaik sejak sesi latihan bebas pertama, bukan tidak mungkin Veda kembali mencuri perhatian pada seri Moto3 Prancis 2026. Kini, duel dua pembalap Asia Tenggara itu diprediksi menjadi salah satu pertarungan paling menarik di Le Mans akhir pekan ini.
Artikel Terkait
Barcelona dan Bayern Munich Bersaing untuk Anthony Gordon, Newcastle Pasang Harga Rp1,5 Triliun
Persebaya Surabaya Jadi Ancaman Terbaru di Super League Usai Tiga Kemenangan Beruntun Tanpa Kebobolan
Valverde Cedera Otak Traumatis Akibat Insiden Latihan, Bantah Terlibat Perkelahian dengan Tchouameni
Persipura vs Adhyaksa FC Perebutkan Tiket Terakhir Super League 2026