Persebaya Surabaya mulai memperlihatkan wajah berbeda di penghujung musim Super League 2025/2026. Saat banyak sorotan tertuju kepada Persib Bandung sebagai kandidat tim terkuat musim ini, Green Force justru diam-diam menjelma menjadi kekuatan paling berbahaya dalam beberapa pekan terakhir. Performa mereka tidak hanya membaik, tetapi juga terlihat semakin matang dan mematikan. Tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan menjadi bukti nyata bahwa Persebaya sedang berada dalam momentum terbaiknya menjelang akhir kompetisi.
Kebangkitan itu membuat banyak tim mulai waspada. PSBS Biak bahkan menjadi korban terbaru keganasan Persebaya. Kekalahan yang mereka terima membuat posisi tim semakin tertekan hingga akhirnya harus menerima kenyataan turun ke Liga 2. Kini ancaman berikutnya mengarah ke Persis Solo. Laga melawan Persebaya menjadi pertandingan hidup mati bagi Laskar Sambernyawa yang masih berjuang keluar dari zona degradasi. Namun, melihat performa Green Force saat ini, tugas Persis dipastikan tidak akan mudah.
Persebaya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan keseimbangan permainan yang nyaris sempurna dalam tiga pertandingan terakhir. Mereka mampu tampil agresif ketika menyerang sekaligus disiplin saat bertahan. Total sepuluh gol berhasil dicetak tanpa sekali pun kebobolan. Catatan tersebut menjadi sinyal bahwa Persebaya bukan hanya menang karena keberuntungan, melainkan karena kualitas permainan yang terus berkembang.
Perubahan besar terlihat dari cara mereka mengontrol pertandingan. Aliran bola lebih rapi, pressing berjalan efektif, dan koordinasi antarlini semakin solid. Tim ini tidak lagi bermain terburu-buru seperti pada awal musim ketika inkonsistensi sering menjadi masalah utama. Kini Persebaya tampil jauh lebih tenang dan percaya diri.
Pelatih Bernardo Tavares menjadi sosok penting di balik perubahan tersebut. Mantan pelatih PSM Makassar itu perlahan mampu membangun mental bertanding para pemain setelah sempat mengalami periode sulit. Menurut Tavares, kemenangan memiliki pengaruh besar terhadap suasana tim. Ketika hasil positif datang secara beruntun, rasa percaya diri pemain ikut meningkat dan membuat permainan berkembang lebih cepat. Hal itu kini terlihat jelas di lapangan.
Para pemain Persebaya terlihat semakin memahami peran masing-masing, baik saat menguasai bola maupun ketika kehilangan penguasaan. Organisasi permainan berjalan lebih disiplin dan kolektif. Bagi Tavares, keseimbangan menjadi kunci utama kebangkitan Green Force. Tim tidak cukup hanya tajam di lini depan, tetapi juga wajib memiliki pertahanan yang kokoh untuk memenangkan pertandingan. Filosofi itu mulai berjalan sempurna dalam skuad Persebaya.
Mereka kini menjadi salah satu tim dengan transisi permainan terbaik di kompetisi. Saat menyerang, Persebaya mampu bergerak cepat dan efektif. Namun, ketika kehilangan bola, seluruh pemain langsung turun membantu pertahanan. Perubahan mental juga menjadi faktor penting. Sebelumnya, Persebaya sering kehilangan fokus ketika gagal mencetak gol cepat. Kini situasi itu mulai berubah. Mereka lebih sabar membangun serangan dan tidak mudah panik ketika mendapat tekanan lawan.
Momentum positif tersebut membuat Persebaya mulai disebut sebagai salah satu tim paling menakutkan di akhir musim. Meski peluang juara tidak sebesar Persib Bandung, performa Green Force justru sedang berada di titik paling stabil. Itulah yang membuat Persis Solo patut waspada. Dalam situasi tekanan degradasi, menghadapi tim yang sedang penuh percaya diri tentu menjadi tantangan berat. Apalagi, Persebaya memiliki motivasi besar untuk menutup musim di papan atas klasemen.
Saat ini Green Force berada di posisi kelima dengan koleksi 51 poin dan masih berpeluang memperbaiki peringkat. Target itu membuat mereka dipastikan tidak akan mengendurkan permainan meski musim hampir berakhir. Persebaya kini bukan sekadar tim yang sedang menang. Mereka sudah berkembang menjadi tim dengan identitas permainan yang jelas dan mental yang kuat. Jika PSBS Biak sudah merasakan dampaknya hingga terlempar ke Liga 2, maka Persis Solo wajib benar-benar bersiap. Sebab, Persebaya Surabaya saat ini sedang berubah menjadi mesin kemenangan paling mematikan di Super League.
Artikel Terkait
Barcelona dan Bayern Munich Bersaing untuk Anthony Gordon, Newcastle Pasang Harga Rp1,5 Triliun
Valverde Cedera Otak Traumatis Akibat Insiden Latihan, Bantah Terlibat Perkelahian dengan Tchouameni
Persipura vs Adhyaksa FC Perebutkan Tiket Terakhir Super League 2026
Veda Ega Pratama Bidik Hasil Kompetitif di Moto3 Prancis 2026