Pemulung Tewas Usai Gerinda Mortir Aktif di Bekasi

- Minggu, 23 November 2025 | 21:30 WIB
Pemulung Tewas Usai Gerinda Mortir Aktif di Bekasi

Suara ledakan keras mengguncang kawasan Babelan, Bekasi, siang tadi. Sekitar pukul 14.30 WIB, sebuah mortir aktif diduga meledak dan merenggut nyawa seorang pemulung.

Kapolsek Babelan, Kompol Wito, ketika dikonfirmasi mengonfirmasi kabar duka tersebut.

"Iya yang meledak diduga mortir, korban meninggal satu orang, atas nama Hidayatullah, 27 tahun,"

katanya, Minggu (23/11/2025).

Menurut penjelasan Wito, korban menemukan mortir itu saat sedang beraktivitas memulung. Rupanya, benda berbahaya itu kemudian coba dipotongnya dengan gerinda. Tujuannya sederhana: mengambil bagian kuningan untuk dijual. Tapi niat itu berakhir tragis.

"Dia itu pemulung malam hari, dia kan gantian sama bapaknya, karena kan pakai sepeda motor yang ada gerobak di belakangnya itu loh. Pulang subuh, dapat itu, (terus) dibawa ke sini (ke TKP)," ujar Wito.

Lokasi kejadiannya sendiri ternyata adalah rumah mertua korban. Tempat itu dipilih karena ada alat yang dirasa lengkap untuk mengerjakan 'proyek' berisiko tersebut.

"Kebetulan kan dibawa ke rumah mertuanya nih, karena di rumah mertuanya ini ada alat gerinda, ya agak lengkaplah alatnya. Rencananya mau dicopot (mortirnya), ditimbang kuningannya, mau dijual, ya meleduk lah,"

imbuhnya lagi.

Di sisi lain, situasi di lokasi kini sudah dilaporkan kondusif. Tim penjinak bom sempat turun tangan untuk memastikan keamanan dan melakukan sterilisasi area. Mereka memeriksa sumber ledakan dengan cermat.

"Belum tahu dimana temuannya. Untuk lokasi sudah disterilkan, disini juga ada jibom," jelas Wito.

Upaya pengamanan juga diperkuat dengan kehadiran personel Brimob dan Polres Metro Bekasi. Untungnya, tidak ada korban jiwa tambahan dalam insiden mengenakan ini.

"Alhamdulillah tidak ada korban lain, ada juga Brimob disini dan ada penebalan dari Polres Bekasi dan Polsek untuk pengamanan," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar