Euforia Piala Dunia 2026 yang akan segera bergulir mendapat peringatan keras dari pihak kepolisian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda untuk terlibat dalam praktik judi bola yang kerap meningkat seiring bergulirnya ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian," ujar Trunoyudo dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, kompetisi sepak bola tertinggi dunia itu semestinya dinikmati sebagai hiburan bersama. Ia juga meminta publik tetap menjaga situasi ketertiban dan keamanan selama menyaksikan pertandingan.
"Dukung tim favorit dengan semangat positif. Jangan sampai fanatisme berlebihan justru mengganggu keamanan dan ketertiban umum," tuturnya.
Di sisi lain, Trunoyudo juga menyoroti potensi penipuan yang mengatasnamakan penjualan tiket nonton bareng (nobar). Modus tersebut dinilai rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di tengah antusiasme masyarakat.
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui layanan hotline 110 apabila menemukan indikasi penipuan serupa.
"Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan," tandasnya.
Artikel Terkait
Qualcomm Targetkan Pendapatan Rp269 Triliun dari Bisnis Data Center pada 2029
Pemerintah Pastikan Belum Ada Angka Final RKAB Nikel 2026, Masih dalam Tahap Evaluasi
Saham Cerebras Anjlok 14% Usai Proyeksi Margin Laba Menyusut, Kapitalisasi Pasar Terancam Hilang Rp98 Triliun
Menkes Desak Perlindungan Khusus bagi Dokter Muda dari Perundungan di Lingkungan Kerja