Ibas Nilai BSPS dan Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa

- Jumat, 08 Mei 2026 | 16:05 WIB
Ibas Nilai BSPS dan Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menilai dua program pemerintah, yakni Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh. Menurut politikus yang akrab disapa Ibas itu, kedua program tersebut tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas hunian dan gizi warga, tetapi juga mampu menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Pernyataan itu disampaikan Ibas saat meninjau langsung pelaksanaan program BSPS di Pacitan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan yang sama, ia juga memberikan sosialisasi mengenai program MBG kepada masyarakat setempat. Kegiatan yang mengusung tema “Hunian Layak, Keluarga Kuat, Desa Mandiri Bermartabat” itu dihadiri oleh lebih dari 500 warga Kecamatan Ngadirojo.

“Setidaknya ada 15 rumah yang telah dibenahi melalui program BSPS atau bedah rumah dari pemerintah pusat, dan saat ini sudah tuntas,” kata Ibas dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut patut disyukuri sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, rumah yang layak huni menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan sebuah keluarga.

“Kita harus bersyukur, karena dengan rumah yang layak, keluarga bisa semakin sehat, sejahtera, dan kuat,” ujarnya.

Di luar aspek sosial, Ibas juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh program perumahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan rumah secara tidak langsung menghidupkan roda ekonomi desa.

“Melalui program ini, ekonomi desa ikut bergerak. Material seperti batu, kayu, paku, hingga genteng berputar di desa kita. Program yang terlihat sederhana ini ternyata sangat bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ibas juga menekankan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menekan angka stunting dan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang memadai.

“Program Makan Bergizi Gratis ini penting untuk menurunkan stunting. Tidak boleh ada anak-anak kita yang kekurangan atau kekurangan gizi,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika program tersebut berjalan tepat sasaran, dampaknya tidak hanya terbatas pada perbaikan kesehatan. Lebih dari itu, program ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jika program ini tepat sasaran, perekonomian rakyat juga akan tumbuh. Kebutuhan beras, daging ayam, sayur, dan buah akan meningkat dan berputar di desa kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ibas menyoroti pentingnya dukungan terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi desa. Ia menilai keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi solusi dalam mendistribusikan kebutuhan petani, termasuk pupuk.

“Koperasi Merah Putih bisa menjadi solusi distribusi pupuk dan kebutuhan pertanian agar lebih mudah diakses oleh kelompok tani,” ujarnya.

Selain itu, Ibas juga mendorong penguatan infrastruktur pertanian, khususnya sistem irigasi. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

“Kami terus mendorong perbaikan saluran irigasi agar lahan pertanian tidak kekurangan air, serta mendukung penggunaan alat pertanian yang lebih modern agar hasilnya semakin optimal,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pacitan, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pacitan Listiana Asworo, serta perangkat Desa Cokrokembang. Mereka bersama-sama mendukung pelaksanaan program pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar