Bahasa Inggris Jadi Bahasa Resmi di Markas Timnas Indonesia

- Minggu, 14 Desember 2025 | 10:06 WIB
Bahasa Inggris Jadi Bahasa Resmi di Markas Timnas Indonesia

Lapangan latihan Timnas Indonesia belakangan ini terdengar berbeda. Bukan hanya deru bola, tapi juga percakapan yang hampir seluruhnya menggunakan bahasa Inggris. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Gelombang pemain naturalisasi yang masuk ke skuad 'Garuda' rupanya memicu sebuah kesepakatan khusus di antara para pemain. Mereka sepakat untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

Kevin Diks, salah satu pilar pertahanan, membuka suara soal kesepakatan unik ini. Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga kesatuan.

"Kami komunikasinya pakai bahasa Inggris. Itu sudah kami sepakati bareng-bareng," ujar Diks.

"Alasannya simpel. Banyak pemain asli Indonesia yang otomatis ngobrol pakai bahasa Indonesia kalau sesama mereka. Kami yang dari Belanda juga biasa pakai bahasa Belanda kalau ngobrol sendiri. Tapi di sini, kami memutuskan untuk tidak melakukannya."

Dia melanjutkan, "Intinya, kami di sini untuk satu tujuan yang sama. Kami tidak mau terpecah jadi kelompok-kelompok berdasarkan bahasa. Kami satu tim, dan itu harus terlihat dari cara kami berinteraksi."

"Bagusnya, beberapa pemain naturalisasi juga mulai belajar bahasa Indonesia. Itu tentu sangat membantu komunikasi jadi lebih lancar," tambahnya.

Di sisi lain, masa depan tim masih diselimuti tanda tanya. Meski jadwal sudah menanti Timnas akan berkumpul lagi Maret 2026 untuk FIFA Series di tanah air kursi pelatih kepala justru masih kosong. PSSI hingga detik ini belum menemukan pengganti Patrick Kluivert, yang dipecat setelah Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026.

FIFA Series sendiri merupakan ajang persahabatan baru yang mempertemukan tim dari berbagai konfederasi. Jadi, meski ada tantangan komunikasi dan kepelatihan, 'Garuda' punya target baru yang harus segera dipersiapkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar