Soal masa depan Trucha, Amiruddin mengaku itu bukan keputusan mudah.
Di tengah semua ketidakjelasan itu, satu hal yang tetap menyala adalah kerja keras para pemain. Hasil dramatis di Ternate mungkin belum menyelesaikan semua masalah, tapi setidaknya menunjukkan adanya keberanian untuk bangkit. Dan dalam musim seperti ini, keberanian itulah yang bisa jadi pembeda antara bertahan atau tenggelam.
Imbang itu jelas jadi suntikan moral. Soliditas internal pelan-pelan kembali terbentuk. Amiruddin menekankan, hubungan antara pemain, pelatih, dan manajemen adalah fondasi yang menjaga PSM tetap berdiri. Ia juga tak lupa menyebut kekuatan lain: suporter.
Namun begitu, realitasnya tetap pahit: PSM masih berjuang menjauh dari jurang degradasi. Ancaman itu nyata. Bagi Amiruddin, justru itu yang memompa motivasi.
Tekadnya tegas. Bagi klub sekelas PSM, turun kasta adalah mimpi buruk. Tekanan itu sudah terasa bahkan sebelum laga di Ternate. Dalam konferensi pers sebelumnya, Amiruddin mengakui timnya sedang di fase sulit. Hasil buruk sempat menggerogoti kepercayaan diri.
Namun, ada secercah harapan. Beberapa pemain penting seperti Victor Luiz, Savio Roberto, dan kiper Hilman Syah sudah kembali. Itu memberi energi baru. Meski begitu, kondisi belum ideal. Gledson Martins, Salman Alfarid, dan Ananda Raehan masih dalam masa pemulihan. PSM terpaksa beradaptasi dengan skuad yang belum komplet.
Menurut Amiruddin, masalah utamanya bukan cuma siapa yang bermain. Ada hal lain yang lebih mengganggu: perbedaan mencolok antara performa latihan dan laga sesungguhnya. Di lapangan latihan, semuanya berjalan mulus. Intensitas tinggi, skema permainan rapi. Tapi begitu tiba di pertandingan resmi, semua itu sering kali menguap begitu saja.
Fenomena itulah yang kini jadi bahan perenungan dan analisis mendalam bagi para pelatih. Mencari tahu mengapa mentalitas itu bisa buyar saat dibutuhkan. Jawabannya akan menentukan jalan mereka ke depan.
Artikel Terkait
Herdman Tak Bawa Haye dan Pattynama ke FIFA Series 2026 Akibat Sanksi FIFA
PWI Ternate Kecam Intimidasi Wartawan di Laga Malut United vs PSM
Persebaya Dibantai Borneo FC 1-5, Isu Rekrut Ramadhan Sananta Menguat
Intimidasi terhadap Wartawan dan Wasit Warnai Laga Malut United vs PSM di Ternate