PSM Makassar Bangkit dari Ketertinggalan, Imbang 3-3 Lawan Malut United

- Minggu, 08 Maret 2026 | 13:30 WIB
PSM Makassar Bangkit dari Ketertinggalan, Imbang 3-3 Lawan Malut United

Stadion Gelora Kie Raha di Ternate menyaksikan sebuah drama malam Sabtu yang tak terlupakan. Tanggal 7 Maret 2026 itu, PSM Makassar dan Malut United saling serang tanpa ampun. Gol datang silih berganti, emosi meluap, dan ketika peluit akhir berbunyi, skor 3-3 terpampang. Bagi PSM, angka itu lebih dari sekadar imbang.

Bisa dibilang, satu poin itu rasanya seperti kemenangan kecil. Pasukan Ramang bukan cuma menghindari kekalahan setelah tertinggal dua gol. Lebih dari itu, mereka menunjukkan kembali daya juang yang sempat memudar dalam beberapa pekan terakhir. Itu hal yang berharga.

PSM sempat unggul duluan lewat gol bunuh diri lawan. Sayangnya, keunggulan itu cepat menguap. Malut United malah berbalik mendominasi dan mencetak tiga gol, membuat skor menjadi 3-1 di babak kedua. Situasi yang bagi kebanyakan tim bisa jadi akhir dari segalanya.

Tapi PSM memilih untuk melawan.

Tekanan mereka tak kendur. Dua gol balasan berhasil diciptakan, menyelamatkan pertandingan dari kekalahan. Hasil imbang 3-3 itu, dalam tekanan berat musim ini, terasa sangat berarti. Sebuah titik terang.

Asisten pelatih Ahmad Amiruddin hampir tak bisa berkata-kata melihat usaha anak asuhnya.

Ucapannya sederhana, tapi situasi di baliknya rumit. Pekan-pekan sebelumnya, PSM diguncang hasil yang tak menentu. Posisi di klasemen mulai mengancam, membuat klub besar ini merasa tak nyaman.

Di sisi lain, situasi kepelatihan sendiri masih dalam bayang-bayang ketidakpastian. Pelatih kepala Tomas Trucha secara status masih ada, namun untuk sementara nonaktif. Yang memegang kendali di lapangan kini adalah duet Zulkifli Syukur dan Ahmad Amiruddin.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar